11 Bayi Dievakuasi di Rumah Bidan Pakem, Hasil Hubungan Luar Nikah
Polisi menyelidiki penitipan 11 bayi di Pakem, Sleman. Mayoritas bayi disebut lahir di luar pernikahan dan dititipkan ke bidan.
Suasana rumah duka Kolonel Cpl. Antonius Hermawan di Kaliwanglu, Harjobinangun, Pakem, Sleman pada Selasa (13/5/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Berpulangnya Kepala Gudang Pusat Amunisi 3 Pusat Peralatan TNI AD Kolonel Cpl. Antonius Hermawan saat pemusnahan amunisi di Garut, Jawa Barat meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga. Di mata keluarga, mendiang Antonius Hermawan dikenal sebagai pribadi yang supel dan memiliki banyak teman.
Kenangan sosok yang supel dan mudah berkawan itu disampaikan langsung oleh Ibunda Kolonel Cpl. Antonius Hermawan, Bernadeta Rusminiwati. Sehari-hari, Antonius Hermawan digambarkan sang ibunda sebagai sosok supel dan baik.
Tak hanya supel dan baik, Rusminiwati juga menceritakan bagaimana sang anak merupakan pribadi yang cerdas. Mendiang Antonius Hermawan lanjut sang ibu juga tidak pernah bermasalah dengan keluarga.
BACA JUGA: Long Weekend Waisak Teras Malioboro Beskalan Sepi, Pedagang Pilih Tutup Lapak
"[Sosoknya] supel, baik, dengan keluarga tidak pernah bermasalah, teman banyak. Banyak bergaul dan dia cerdas," ungkap Rusminiwati di rumah duka yang terletak di Harjobinangun, Sleman pada Selasa (13/5/2025).
Antonius Hermawan merupakan anak nomor empat dari lima bersaudara. Rusminiwati membagikan cerita jika semua anaknya besar di Papua. "Besarnya semuanya ada di Papua. Jadi di Jogja itu numpang lahir," katanya.
Ayahanda Kolonel Cpl. Antonius Hermawan, Johanes Sugiarto menambahkan komunikasi terakhir yang dijalin dengan mendiang terjadi pada momen Natal lalu. Kendati menyandang pangkat kolonel, saat momen pulang itu ke rumah, mendiang Antonius Hermawan tak akan melewatkan waktu bermanja-manja dengan sang ibu.
"Pokoknya biasanya setiap Natal dia pasti menyempatkan pulang dan itu biasanya kalau dia pulang walaupun dia sudah pangkat begitu dia masih tetap bermanja-manja sama mamanya," ungkap Sugiarto. "Ya tidur, tiduran, ngobrol sambil tiduran," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menyelidiki penitipan 11 bayi di Pakem, Sleman. Mayoritas bayi disebut lahir di luar pernikahan dan dititipkan ke bidan.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.
Sapi Mbah Iran milik peternak Bantul terpilih jadi hewan kurban Presiden Prabowo dengan harga Rp90 juta.