Gunungkidul Ajukan Rp50 Miliar untuk Lanjutkan Jalan Kepek-Ngobaran
Pemkab Gunungkidul mengajukan Rp50 miliar ke Pemerintah Pusat untuk melanjutkan pembangunan Jalan Kepek-Ngobaran yang belum rampung sejak 2017.
Rumah tak layak huni / Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp4,9 miliar untuk perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) sebanyak 246 unit. Hingga pertengahan Mei, proses perbaikan telah menyasar 30% dari target yang dicanangkan di tahun ini.
Kepala Bidang Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Nur Giyanto mengatakan, pemkab berkomitmen untuk memberikan bantuan perbaikan rumah bagi keluarga kurang mampu. Di tahun ini, telah dialokasikan anggaran sebesar Rp4,9 miliar guna memperbaiki 246 RTLH.
BACA JUGA: Pemkab Gunungkidul Alokasikan Anggaran Rp4,9 Miliar untuk Perbaikan RTLH
“Sudah ada daftar penerima bantuannya. Sasaran perbaikan RTLH tersebar di 44 kalurahan,” kata Nur Giyanto, Kamis (15/5/2025).
Dia menjelaskan, untuk perbaikan bersifat stimulant karena setiap keluarga penerima bantuan hanya mendapatkan alokasi sebesar Rp20 juta. Adapun kekurangan dalam perbaikan akan menjadi tanggung jawab untuk masing-masing keluarga.
“Sifat bantuan merupakan stimulant. Jadi, penerima bantuan harus mengalokasikan anggaran swadaya untuk menyelesaikan pembangunan,” katanya.
Hingga saat ini, proses perbaikan RTLH sudah dijalankan. Dilihat dari sisi pelaksanaan sudah mencapai 30% dengan rata-rata capaian dengan melakukan pemlesteran di bagian dinding rumah. “Masih terus berjalan dan kami optimistis bisa selesai tepat waktu,” katanya.
Berdasarkan Surat Keputusan Bupati No.125/KPTS/2021 tentang Penetapan Lokasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH), ada 21.758 rumah yang tidak layak untuk ditinggali. Sejak keputusan tersebut dikeluarkan hingga sekarang sudah ada perbaikan sebanyak 4.800 unit.
“Masih ada sekitar 16.958 unit rumah yang masuk kategori tak layak huni,” katanya.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul Supriyadi mendorong pemkab untuk lebih giat dalam melaksanakan program RTLH. Menurutnya, alokasi anggaran yang disediakan belum sebanding sehingga butuh ditingkatkan.
“Kalau bisa anggarannya bisa ditambah lagi sehingga yang diperbaiki bisa lebih banyak. Apalagi yang dinilai tak layak masih lebih banyak, ketimbang yang sudah diperbaiki,” katanya.
Selain itu, Supriyadi juga meminta kepada pemerintah kalurahan berpartisipasi aktif dalam proses pendataan. Hal ini diperlukan untuk kepastian data sehingga programnya bisa lebih tepat sasaran.
“Peran dari kalurahan juga sangat penting untuk benar-benar mendata. Setelah terdata, bisa disampaikan ke Organisasi Perangkat Daerah terkait guna proses penanganan, meski pelaksanaannya secara bertahap,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengajukan Rp50 miliar ke Pemerintah Pusat untuk melanjutkan pembangunan Jalan Kepek-Ngobaran yang belum rampung sejak 2017.
InJourney Airports membukukan pendapatan Rp10,23 triliun pada semester I 2026, ditopang pertumbuhan bisnis nonaeronautika di tengah tantangan global.
Pemadaman listrik di Karimun belum sepenuhnya pulih. Warga menyewa hotel demi bekerja, sementara PLN mempercepat pemulihan sistem.
IRGC menyatakan jalur selatan Selat Hormuz telah dipasangi ranjau di tengah memanasnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
BKAD Gunungkidul meluncurkan aplikasi Sistem Elektronifikasi Pembayaran Pajak Terintegrasi (Senapati).
Kecelakaan beruntun melibatkan tiga sepeda motor dan satu mobil di depan Terminal Dhaksinarga Wonosari menewaskan seorang pemotor berusia 18 tahun.