Jelang Iduladha 2026, Kulonprogo Perketat Pengawasan Hewan Kurban
Jelang Iduladha 2026, Dispertapang Kulonprogo perketat pengawasan hewan kurban. PMK nol kasus, namun ancaman penyakit lain tetap diwaspadai.
Truk sarat muatan melintasi jalur lintas Sumatra Timur di Kayu Agung, Ogan Komering Ilir, Jumat (3/5/2019). - JIBI/Bisnis Indonesia/Abdullah Azzam.
Harianjogja.com, KULONPROGO - Pemerintah pusat sedang mewacanakan penerapan kebijakan peniadaan kendaraan over dimension, over loading atau Odol. Inisiasi zero Odol didasarkan sebagai langkah strategis kecelakaan dan kerusakan jalan. Kabupaten Kulonprogo menjadi lintasan truk Odol untuk Jawa bagian selatan.
Sementara ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo masih menunggu arahan pusat terkait penerapan kebijakan tersebut. Nantinya ketika sudah diketok palu untuk diimplementasikan akan disiapkan segala teknis pendukungnya. Apalagi kebijakan pusat tentunya menurun ke tingkat di kabupaten dan harus didukung.
"Zero Odol penting sekali bagi Kulonprogo sebagai keselamatan berkendara dan antisipasi kerusakan jalan," ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kulonprogo, R. Sukirno, Senin (19/5/2025). Menurutnya, kebijakan zero Odol tidak bisa diterapkan daerah per daerah. Dia mencontohkan, misalnya Kulonprogo siap menerapkan zero odol tetapi Pacitan tidak menerapkannya tentu itu tidak bisa demikian implementasi kebijakannya.
Harus serentak secara nasional karena itu kaitannya dengan dimensinya, yang bikin karoseri dan kaitannya juga banyak sekali dan penanganannya tidak hanya tilang. "Bisa jadi nanti penuntutannya dengan biasa bukan tilang," sambungnya. Odol biasanya angkutan barang yang melebihi tonase dan tata cara penataan tidak sesuai dengan Permenhub tentang Odol.
BACA JUGA: Ojol Gelar Demo, Gojek Jamin Layanan Pelanggan Tetap Jalan
Sukirno menegaskan, zero Odol harus ditetapkan secara nasional menyeluruh di Indonesia dan didukung tiap daerah. Agar tidak tumpang tindih sehingga penindakannya dan pengawasannya pun menjadi mudah. "Ketika sudah dicanangkan zero odol semua daerah harusnya demikian," tegasnya.
Untuk di Kulonprogo, kendaraan Odol selalu melewati dua jalur. Yaitu Jalan Wates ataupun Jalan Deandels di sisi paling selatan.
Sukirno mengakui, kerusakan jalan memang disebabkan kendaraan kondisi Odol tetapi itu hanya menjadi salah satu faktor penyebab. Bukan penyebab utama karena bukan hanya itu yang mempengaruhi. Termasuk kecelakaan pun demikian, tidak melulu menimbulkan kecelakaan. "Tetapi memang ada sih kecelakaan yang disebabkan angkutan barang tetapi bukan satu-satunya faktor penyebab karena paling banyak di kendaraan pribadi," ucap Sukirno.
Kecuali kendaraan Odol itu melalui jalan menanjak atau perbukitan yang menikung tentu sangat rentan terhadap kecelakaan lalu lintas karena tidak kuat menanjak. Operasi terhadap kendaraan Odol pun dilakukan utamanya berkaitan uji Kir dan tata cara over loading. Namun memang agak terkendala karena timbangannya sedang rusak. "Terus terang saja kami belum sedia timbangan karena baru saja rusak jadi agak kesulitan untuk pengukuran loading atau berat," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang Iduladha 2026, Dispertapang Kulonprogo perketat pengawasan hewan kurban. PMK nol kasus, namun ancaman penyakit lain tetap diwaspadai.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.
Chelsea dikabarkan segera menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru dengan kontrak empat tahun usai tercapai kesepakatan prinsip.
212 T01 facelift resmi meluncur di Beijing Motor Show 2026 dengan desain baru dan siap menantang Jeep Wrangler di pasar global.
Persib Bandung menghadapi PSM Makassar dengan kondisi pincang setelah Bojan Hodak dan tiga pemain utama dipastikan absen.
Alex Marquez menang dramatis pada Sprint Race MotoGP Catalunya 2026, sementara Jorge Martin kembali crash dan gagal finis.