Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Sekda DIY, Beny Suharsono, saat ditemui di Kepatihan, Rabu (28/5/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Sekda DIY, Beny Suharsono akan resmi memasuki masa purna tugas pada 31 Mei 2025. Proses seleksi lelang terbuka Sekda DIY sudah dimulai. Beny pun memaparkan beberapa PR yang harus dikerjakan Sekda DIY berikutnya.
Beny menjelaskan ada empat PR besar bagi Sekda DIY berikutnya. Pertama, akselerasi penurunan angka kemiskinan. “Dalam RPJMD dijanjikan kemiskinan turun dua dijit, yakitu di bawah 10 persen. Faktanya sekarang masih 10,4 persen,” ujarnya, Rabu (28/5/2025).
Namun Pemda DIY sejauh ini sudah berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrim. Saat ini angka kemiskinan ekstrim di DIY sebesar 0,8%. Angka ini turun dari beberapa waktu sebelumnya, yang masih di angka 2,2%.
“Kedua, soal ketimpangan pendapatan antar wilayah. Terutama di UMP, antara Gunungkidul, Kulonprogo dan Bantul, head to head dengan Sleman dan Kota Jogja. Ini belum teratasi karena ratio gini mendekati angka 0,5. Kita menahan tidak sampai melampaui 0,5,” paparnya.
Ratio gini tersebut range-nya di angka 0-1, semakin besar angkanya semakin tinggi ketimpangannya. Ketiga, kesenjangan pengembangan wilayah antara utara dan selatan menurutnya belum merata. “Hal ini menyebabkan terjadinya gap pertumbuhan antar wilayah,” ungkapnya.
Keempat, masalah lingkungan. Di DIY banyak terjadi perubahan fungsi lahan dari pertanian ke non pertanian. “Walaupun lahan yang dilindungi tidak boleh berubah, tapi untuk lahan yang tidak dilindungi terjadi percepatan alih fungsi lahan,” paparnya.
Seleksi Sekda DIY
Proses seleksi Sekda DIY saat ini sudah dimulai dengan sistem lelang terbuka. Terdapat enam pendaftar calon Sekda DIY, dengan rincian dua orang dari luar DIY dan empat lainnya dari DIY. “Satu pejabat dari KLHK [Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan] eselon I, satu lagi pejabat eselon IIB di salah satu kabupaten di Provinsi Lampung,” ungkapnya.
Lalu empat kandidat dari DIY yakni Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) DIY, Wiyos Santoso; Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti; Paniradya Pati Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho; serta Inspektur DIY, Muhammad Setiadi.
“Semua memenuhi syarat administrasi, sehingga berhak mengikuti fase berikutnya. Diawali penulisan makalah, kemudian uji kompetensi dan terakhir wawancara. Akan dipilih oleh Wakil Kepala BKN [Badan Kepegawaian Negara] Pusat selaku ketua Pansel [Panitia Seleksi],” paparnya.
Proses tersebut memerlukan waktu cukup lama. Untuk mengisi kekosongan selama proses seleksi, Pemda DIY akan mengangkat Pelaksana Harian (PLH) sebelum adanya Penjabat (PJ) yang diajukan Pemda DIY kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.