Kunjungan Wisata Naik, Parangtritis Raup Rp2,4 Miliar dalam Sebulan
Pendapatan retribusi Pantai Parangtritis dan Depok mencapai Rp2,4 miliar pada Juli 2026. Pemkal Parangtritis mengevaluasi layanan dan optimistis target PAD wisa
Suasana pengajian akbar yang digelar KMY di Stadion Sultan Agung Bantul pada Selasa (27/5/2025) malam dengan tema memperkuat persaudaraan masyarakat madura dan meningkatkan kerukunan bangsa. (Email)
Harianjogja.com, BANTUL – Ribuan warga dari Keluarga Madura Yogyakarta (KMY) memadati Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Selasa malam (27/5/2025) dalam gelaran pengajian akbar tahunan yang digelar sebagai ajang memperkuat silaturahmi dan kerukunan sosial di wilayah DIY.
Acara ini menghadirkan dua ulama kondang, yakni K.H. Ahmad Muwafiq dan K.H. Musleh Adnan dan terbuka untuk umum, termasuk warga non-Madura. Ketua Umum KMY, RB. Jugil Adiningrat mengatakan, pengajian akbar ini menjadi momen strategis untuk membangun soliditas internal komunitas Madura di Jogja sekaligus menjalin sinergi dengan masyarakat luas.
“Ini agenda tahunan kami. Tujuannya jelas memperkuat silaturahmi dan soliditas internal. Saat internal kuat, kami bisa lebih mudah membangun koordinasi dan kerja sama eksternal terutama dengan Polri, TNI, dan pemerintah,” kata Jugil.
Ia menyebutkan, sekitar 20.000 orang diperkirakan hadir. Data pendaftaran menyebutkan setidaknya 13.500 peserta sudah terdaftar. “Kami berharap cuaca mendukung, agar tidak hanya warga Madura, tapi juga masyarakat Jogja secara umum bisa hadir dan menikmati suasana pengajian ini,” tambahnya.
Menurut dia, tema meningkatkan kerukunan bangsa yang diangkat dalam pengajian ini diharapkan bisa dijadikan pedoman warga Madura dalam beraktivitas dengan warga masyarakat lain di wilayah setempat. “Itu menjadi sebuah dasar utama bagi kami terkait kerukunan harus jadi prioritas utama buat kami karena dengan terciptanya kerukunan tersebut, tentunya kami bisa berusaha lebih nyaman, lebih stabil dan lebih adem,” ungkapnya.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi warga Madura di wilayahnya. Ia menyoroti peran strategis mereka dalam bidang sosial, pendidikan, hingga keagamaan.
“Warga Madura di DIY, termasuk di Bantul, punya peran besar. Banyak dari mereka yang berprofesi sebagai pengusaha, akademisi, ulama, dan mahasiswa. Mereka dikenal bersahabat, mudah berinteraksi, dan sangat menghormati nilai-nilai lokal,” ujar Halim.
Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman Jogja yang juga dianggap sebagai miniatur Indonesia. “Mari kita rawat terus kerukunan antarwarga, baik sesama Madura maupun lintas etnis. Keamanan dan keharmonisan DIY adalah tanggung jawab bersama,” jelas Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendapatan retribusi Pantai Parangtritis dan Depok mencapai Rp2,4 miliar pada Juli 2026. Pemkal Parangtritis mengevaluasi layanan dan optimistis target PAD wisa
GIIAS 2026 menghadirkan puluhan mobil baru dari berbagai merek. Simak daftar 10 mobil paling menarik, mulai Suzuki XL7 terbaru hingga Mazda 6e dan Toyota Land C
Gerhana Matahari total akan terjadi pada 12 Agustus 2026. Simak cara aman menyaksikan fenomena langka ini, mulai dari penggunaan kacamata gerhana hingga siaran
Morgan Freeman mengaku bayaran menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih proyek film. Aktor peraih Oscar itu menyampaikan pandangannya menjelang penay
Nepal akan menerapkan sistem e-Visa mulai 17 Agustus 2026. Wisatawan dapat mengurus visa secara online sebelum keberangkatan dengan tarif mulai US$30.
Presiden AFA Claudio Tapia menyerahkan keputusan masa depan Lionel Messi sepenuhnya kepada sang pemain setelah tampil gemilang di Piala Dunia 2026 bersama Argen