Update Korban Gempa Venezuela: 920 Tewas, 3.630 Luka-Luka
Gempa kembar Venezuela tewaskan 920 orang dan ribuan luka. Kerusakan parah terjadi di La Guaira
Ribuan jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Gondokusuman menyaksikan pelepasan burung perkutut saat mengikuti ibadah Kenaikan Yesus Kristus pada Kamis (29/5/2025). Ist
Harianjogja.com, JOGJA– Ribuan jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Gondokusuman mengikuti ibadah Kenaikan Yesus Kristus pada Kamis (29/5/2025). Ibadah ini diakhiri dengan prosesi pelepasan burung perkutut sebagai bagian dari simbolisasi rohani.
Ibadah pagi dilaksanakan dalam Bahasa Indonesia pada pukul 07.00 WIB, sementara sesi kedua menggunakan Bahasa Jawa pukul 09.30 WIB. Dalam sesi kedua, hadir pula tamu dari GKJ Gondang, Sragen, yang tengah melakukan kunjungan balasan dan wisata rohani di Jogja.
Menurut Pendeta GKJ Gondokusuman, Seno Adhi Noegroho, pelepasan burung menjadi lambang peristiwa Yesus naik ke surga dan panggilan bagi umat untuk melanjutkan tugas pewartaan.
“Saat Yesus terangkat ke surga, para murid menatap ke langit hingga Ia hilang di balik awan. Dengan melihat burung-burung terbang, jemaat diajak merasakan suasana itu, sekaligus diingatkan bahwa mereka pun diutus untuk memberitakan kabar baik,” ujar Pendeta Seno.
Dia menambahkan bahwa jumlah burung yang dilepaskan cukup banyak, melambangkan bahwa misi pewartaan kabar keselamatan bersifat universal dan menjadi tanggung jawab semua umat.
Sebanyak 24 ekor burung perkutut dilepaskan dalam ibadah kali ini. Ketua panitia, Joko Pamungkas, menyebutkan bahwa ini adalah kali pertama GKJ Gondokusuman melaksanakan prosesi pelepasan burung dalam peringatan Kenaikan Yesus.
“Kalau dulu kita pernah melepas balon atau burung pipit, tahun ini kita pilih burung perkutut. Ini sejalan dengan gerakan melepas burung perkutut di berbagai tempat di DIY, sebagai bagian dari konservasi. Sekarang sudah mulai banyak kutut liar di sekitar rumah warga,” jelas Joko.
Pemilihan burung perkutut juga mendukung upaya pelestarian fauna lokal yang pernah digalakkan oleh pemerintah daerah.
BACA JUGA: Kenaikan Yesus Kristus, Tokoh Agama Ajak Jaga Toleransi
Pendeta Dwi Agus Chayono dari GKJ Gondang menyatakan rasa harunya bisa kembali hadir di GKJ Gondokusuman, tempat ia pernah aktif sebagai ketua komisi anak pada akhir 1990-an. “Ada suasana nostalgia. Bangunannya masih khas, umatnya juga masih kuat dengan budaya Jawa. Iman kami juga disegarkan,” katanya.
Terkait prosesi pelepasan burung, Dwi Agus menyebut simbolisasinya serupa dengan tradisi di tempatnya, meski menggunakan media yang berbeda. “Intinya sama, simbol naik ke atas. Kalau di Sragen kami pakai balon yang diisi uang sebagai berkat bagi siapa pun yang mendapatkannya. Di sini pakai burung, yang juga melambangkan roh yang diutus,” ujarnya.
Ibadah Kenaikan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan gerejawi yang akan berlanjut hingga Pentakosta. Puncak perayaan akan digelar pada 8 Juni mendatang, dengan rencana kehadiran Wali Kota Jogja, Ketua DPRD, serta unsur Forkopimda dalam kegiatan unduh-unduh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa kembar Venezuela tewaskan 920 orang dan ribuan luka. Kerusakan parah terjadi di La Guaira
Cara membuat layang-layang tradisional dari bambu dan kertas lengkap dengan bahan, langkah pembuatan, serta tips agar mudah terbang dan stabil.
Brajamusti Kulonprogo melakukan rebranding di usia delapan tahun dengan mengusung semangat suporter PSIM Jogja yang damai, dewasa, dan kondusif.
Polisi mengamankan tiga pria yang menggelar pesta ciu oplosan di Kampung Baru, Solo. Barang bukti disita dan pelaku diproses melalui sidang tipiring.
Kebakaran kandang bebek di Boyolali diduga akibat korsleting listrik. Sebanyak 2.500 ekor bebek mati dan kerugian ditaksir Rp100 juta.
Bocah berusia 4 tahun berhasil dievakuasi setelah terjebak selama empat jam di lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di Manggarai.