Bantul Masih Kekurangan 14 Truk untuk Operasional PSEL Piyungan
Pemkab Bantul menyiapkan 50 truk untuk memasok 250 ton sampah per hari ke PSEL Piyungan. Saat ini Bantul masih kekurangan 14 armada dan menyiapkan lima depo.
Ilustrasi buaya./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY buka suara soal fenomena kemunculan buaya di Sungai Progo wilayah Triharjo, Pandak, Bantul belum lama ini.
Kepala DKP DIY, R. Hery Sulistio Hermawan menyatakan pihaknya telah meninjau lokasi dan mulai mengumpulkan informasi di lapangan soal buaya itu tapi hingga kini hewan tersebut belum terlihat lagi.
BACA JUGA: Hari Raya Kurban, Pemkab Bantul Siapkan 10 Pusat Kesehatan Hewan
“Petugas kami kemarin sudah ke lapangan, dan hari ini sebenarnya akan kami koordinasikan dengan instansi terkait lainnya. Memang sudah dipantau, tapi belum terlihat lagi,” ujarnya, Rabu (4/6/2025).
DKP DIY, kita dia akan menggandeng sejumlah pihak, termasuk Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jogja, Polair, Fakultas Biologi UGM, serta relawan lokal untuk pemantauan lanjutan. Hery mengatakan, waktu pemantauan diperkirakan akan memakan waktu 10 hingga 14 hari ke depan.
“Pemantauan tidak bisa sekali-dua kali langsung ketemu. Paling tidak berhari-hari. Kalau nanti terlihat, baru bisa dilacak lebih lanjut,” jelasnya.
Terkait asal-usul buaya, DKP masih menyelidiki kemungkinan apakah hewan tersebut liar atau milik warga yang lepas. “Kami masih mengumpulkan informasi dari masyarakat. Belum ada informasi detail soal itu,” tambahnya.
Dalam konteks regulasi, Hery menambahkan bahwa sesuai Undang-undang (UU) No. 32/2024 tentang perubahan atas UU No. 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati, kewenangan penanganan kini berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan turunannya di daerah, yakni DKP.
“Dengan regulasi baru ini, tentu kami juga harus menyesuaikan. Tapi SDM kami belum siap sepenuhnya, jadi butuh sinergi lintas sektor. Intinya kami akan tangani bersama, sesuai kapasitas dan kewenangan masing-masing,” tuturnya.
DKP DIY dijadwalkan menggelar rapat koordinasi lintas sektor pada Kamis (5/6/2025) untuk membahas langkah lanjutan, termasuk mekanisme pemantauan dan kemungkinan evakuasi jika buaya kembali terlihat.
“Kami ingin masyarakat tenang. Penanganan ini akan kami lakukan secepat mungkin,” pungkas Hery.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul menyiapkan 50 truk untuk memasok 250 ton sampah per hari ke PSEL Piyungan. Saat ini Bantul masih kekurangan 14 armada dan menyiapkan lima depo.
DPRD Kulonprogo meminta hasil panen petani lokal diprioritaskan untuk memenuhi cadangan pangan daerah.
Muse kehilangan nama akun @muse di Instagram dan X setelah Meta memakai nama tersebut untuk agen AI baru. Bagaimana akun itu berpindah?
Veda Ega Pratama mengalami cedera punggung setelah crash, tetapi Honda Team Asia memastikan pembalap Indonesia itu siap tampil di Moto3 San Marino.
Timnas Basket Indonesia kalah 48-102 dari Korea Selatan pada penyisihan Pool A Asian Games 2026 di Aichi International Arena.
Fenomena langit September 2026 menghadirkan lima planet, Bimasakti, aurora, hingga Harvest Moon yang menarik diamati sepanjang bulan.