PSEL Piyungan Ditargetkan Mulai Dibangun Akhir 2026
Pembangunan PSEL di Bawuran, Piyungan, Bantul ditargetkan mulai akhir 2026. Pemerintah mempercepat pematangan lahan hingga finalisasi pasokan sampah.
Sejumlah wisatawan berlibur di Pantai Goa Cemara, beberapa waktu lalu. / Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Festival musik Irama Ombak Selatan: Kerontjong Pesisiran kembali digelar tahun ini di Pantai Goa Cemara, Bantul, bertepatan dengan momentum Hari Musik Sedunia pada 21 Juni dan masa migrasi pertama penyu. Perpaduan ini menjadikan festival tahunan tersebut tak hanya sarat musikalitas, tapi juga penuh muatan ekologis dan kultural.
Festival ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Pengelola Pantai Goa Cemara, komunitas Tamasya Karsa, serta didukung pendanaan dari Dana Keistimewaan. Tahun ini, tema “Irama Ombak Selatan” dipilih sebagai tajuk utama, melanjutkan semangat tahun lalu yang bertajuk “Swara Ibu Senja”.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi menjelaskan, pihaknya selalu berupaya membuat konsep yang berbeda untuk setiap gelaran ‘Keroncong Pesisiran’. "Ini sudah menjadi agenda tahunan yang kami dukung penuh," katanya, Kamis (19/6/2025).
Festival Director Evander Dwi mengatakan, keroncong dalam festival ini bukan semata genre, melainkan semangat. “Keroncong itu dialek ekspresi musik. Harmoni bukan hanya antara nada, tapi juga dengan ombak, dengan masyarakat, dan para kolaborator. Kami menyebutnya gotong keroncong,” ujarnya.
Creative Director Primastri Jati menambahkan bahwa festival ini berupaya merangkul nilai-nilai lebih luas. “Kami ingin mengangkat musik keroncong, kearifan lokal, dan isu lingkungan secara bersamaan,” ujarnya.
Selain suguhan musik dari panggung utama, festival juga menghadirkan beragam agenda partisipatif yang merangkul masyarakat sekitar. Salah satu kegiatan ikonik adalah pelepasan tukik (anak penyu) ke laut, yang dilakukan bersama pengunjung dan musisi pengisi acara. Tradisi ini tak hanya meriah secara simbolik, tetapi juga memperkuat pesan konservasi lingkungan.
BACA JUGA: Jadwal DAMRI Tujuan ke Bandara YIA Kulonprogo Hari Ini Jumat 20 Juni 2025
Agenda lain dalam rangkaian acara antara lain Pasar Pesisir, Vinyl Selection, Piknik Pesisiran, Tamasya Langit, Sampah Mainan, Lari di Selatan, dan Tamasya Perihal Cinta—seluruhnya melibatkan partisipasi aktif warga sekitar maupun pengunjung. Adapun deretan pengisi acara tahun ini antara lain The Cloves and The Tobacco, Iksan Skuter, Purapurahidup, Keroncong Jazz Lastarya, dan Hamkri Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan PSEL di Bawuran, Piyungan, Bantul ditargetkan mulai akhir 2026. Pemerintah mempercepat pematangan lahan hingga finalisasi pasokan sampah.
Cek jadwal KA Bandara YIA Xpress Minggu 26Juli 2026 rute Stasiun Tugu Yogyakarta-Bandara YIA lengkap dengan tarif dan waktu perjalanan.
BMKG memprakirakan cuaca Jogja pada 26 Juli 2026 didominasi cerah. Sleman dan Kota Jogja berpotensi mengalami udara kabur.
BRIN memperkuat ekosistem riset hidrogen melalui kolaborasi dengan industri untuk mempercepat hilirisasi dan transisi energi nasional.
Timnas Indonesia berpotensi mencetak rekor baru di Piala AFF 2026 dengan membawa 11 pemain naturalisasi dalam satu edisi turnamen.
Terlalu lama menatap layar dapat memicu mata lelah, sulit tidur, nyeri leher, hingga gangguan postur tubuh. Berikut dampaknya bagi kesehatan.