Sapi Madura dan Bali Diburu untuk Kurban, Harga Rp25 Juta Paling Dicar
Permintaan sapi kurban Rp23 juta-Rp25 juta meningkat jelang Iduladha 2026. Peternak Jogja datangkan sapi dari Madura dan Bali.
Ilustrasi siswa baru - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP jalur domisili radius mulai memasuki tahap pengumpulan berkas dan verifikasi di sekolah pilihan. Jogja Corruption Watch (JCW) tidak menemukan kecurangan dalam proses tersebut.
Deputi Pengaduan Masyarakat JCW, Baharuddin Kamba menyampaikan pihaknya melakukan pantauan di SMPN 5 dan SMPN 6 Kota Jogja. Dari pantauan tersebut pihaknya tidak menemukan kecurangan.
"Tadi sempat melakukan uji petik beberapa berkas siswa jalur radius. Dari hasil uji petik, beberapa berkas tidak ditemukan adanya status famili lain dan terbitan kartu keluarga [KK] kurang dari satu tahun," katanya, Jumat (20/6/2025).
Sementara itu menurut Kamba, sempat terjadi server yang tidak dapat diakses pada pukul 08.00-08.30 WIB. Dia pun berharap petugas dapat responsif apabila kendala serupa terjadi.
Sementara Sekretaris SPMB SMPN 5 Kota Jogja, Gomang Genurianto menyampaikan ada sekitar 74 orang tua murid yang datang ke sekolahnya untuk melakukan pendaftaran sesuai dengan jalur masing-masing hingga pukul 10.30 WIB. Dia menuturkan orang tua murid yang mendaftar pada jalur domisili radius memasuki tahap pengumpulan berkas dan verifikasi di sekolah. Sementara bagi orang tua murid yang anaknya sudah terdaftar sebagai siswa di SMPN 5 jalur prestasi akademik maka memasuki tahap daftar ulang.
Dalam tahapan tersebut, menurutnya masih ada beberapa orang tua murid yang mengumpulkan tidak membawa berkas secara lengkap.
"Beberapa orang tua murid [calon siswa jalur domisli radius] kurang teliti dalam membaca peraturan wali kota [Jogja], jadi beberapa tidak membawa sertifikat ASPD," katanya.
BACA JUGA: Pemda DIY Pastikan Kebijakan WFA ASN Tidak Berpengaruh Terhadap Kinerja Pegawai
Selain itu, menurutnya beberapa orang tua murid juga tidak membawa surat pernyataan domilisi sesuai dengan kartu keluarga (KK). Padahal dua dokumen tersebut merupakan syarat yang harus dibawa dalam proses verifikasi SPMB jalur domisili radius sebagaimana yang tercantum dalam Surat Keputusan Wali Kota Jogja No.210 tentang Petunjuk teknis SPMB Real Time Online pada Satuan Pendidikan yang diselenggarakan Pemkot Jogja tahun ajaran 2025/2026.
Sementara salah satu orang tua murid, Elmi Puji Astuti menuturkan memilih mendaftarkan anaknya ke SMPN 5 Jogja tersebut karena menilai kualitas sekolah tersebut sudah baik. Dia pun mengaku anaknya mendaftar sekolah tersebut dengan jalur prestasi akademik.
"[Alasan mendaftar] SMP ini [SMPN 5] adalah SMP favorit, keinginan anak saya masuk ke sini," katanya.
Dia datang untuk daftar ulang ke sekolah tersebut. Dia mengaku tidak mengalami kendala teknis dalam proses daftar ulang tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Permintaan sapi kurban Rp23 juta-Rp25 juta meningkat jelang Iduladha 2026. Peternak Jogja datangkan sapi dari Madura dan Bali.
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.