Lowongan Pekerjaan: Gunungkidul Ajukan 370 Formasi Pegawai, Ini Rinciannya
Pemkab Gunungkidul mengajukan 370 formasi pegawai 2026, terdiri dari 335 CPNS dan 35 PPPK, tetapi masih menunggu persetujuan pusat.
Proses evakuasi jasad korban terseret ombak di Pantai Watukodok di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Selasa (24/6/2025) ist/Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hari kedua pencarian korban hilang di Pantai Watukodok di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari Gunungkidul membuahkan hasil. Jasad korban Yuda Dwi Prasetya asal Semarang, Jawa Tengah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (24/6/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.
“Korban ditemukan mengambang dengan jarak sekitar 100 meter dari lokasi pertama hilang di Pantai Watukodok,” kata Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono saat dihubungi, Selasa.
BACA JUGA: Libur Sekolah, Kunjungan Wisata di Gunungkidul Mulai Meningkat
Menurut dia, dengan ditemukannya jasad korban, maka operasi pencarian gabungan resmi dihentikan. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu selama pencarian berlangsung.
“Kami tidak hanya menerjunkan tim untuk menyusuri laut di kawasan Pantai Watukodok, tapi juga mencari menggunakan drone hingga penyisiran dari area perbukitan,” ungkapnya.
Marjono tidak menampik, proses pencarian sempat terjadi kendala karena adanya gelombang tinggi dan angin kencang. Namun, tim evakuasi tidak menyerah hingga akhirnya korban ditemukan, walaupun dalam kondisi meninggal dunia.
“Sudah dilakukan evakuasi untuk kemudian dibawa pulang ke rumah duka,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Dua wisatawan terseret ombak di Pantai Watukodok di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Senin (23/6/2025) pagi. Korban atas nama Muhammad Nabil,17, berhasil diselamatkan, sedangkan satu korban lain bernama Yuda Dwi Prasetya masih dalam pencarian.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Surisdiyanto mengatakan, peristiwa dua wisatawan terseret ombak di Pantai Watukodok bermula saat korban dan empat temannya berangkat berwisata dari Semarang ke Gunungkidul pada Senin (23/6/2025) tengah malam. Rombongan tiba di pantai sekitar pukul 04.00 WIB dan beristirahat sementara waktu.
Sekitar pukul 05.30 WIB, korban dan teman-temannya bermain air. Tak berselang lama empat orang memutuskan berhenti dengan menuju ke darat.
Sedangkan Muhammad dan Yuda tetap bermain air. Saat asyik bermain, tiba-tiba datang ombak besar yang menyeret kedua korban ke tengah.
Beruntung korbana atas nama Muhammad dapat menyelamatkan diri dengan berenang ke pinggiran. Adapun Yuda terus terseret hingga tenggelam digulung deburan ombak di pantai selatan.
“Kedua korban sudah sempat diingatkan oleh teman-temannya tentang bahaya ombak besar, tapi tidak dihiraukan,” kata Suris kepada wartawan, Senin siang.
Mendapati laporan orang hilang terseret arus di Pantai Watukodok, maka upaya pencarian langsung dilakukan. Sedikitnya 30 personel Satlinmas dikerahkan untuk mencari keberadaan korban.
Hanya saja, kata Suris, hingga pukul 11.30 WIB, keberadaan Yuda belum juga diketemukan. “Upaya pencarian masih terus dilakukan. Adanya kenaikan gelombang membuat pencarian menjadi sedikit terkendala,” kata Suris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengajukan 370 formasi pegawai 2026, terdiri dari 335 CPNS dan 35 PPPK, tetapi masih menunggu persetujuan pusat.
DPR menyetujui penjualan eks KRI Ki Hajar Dewantara senilai Rp370,62 miliar melalui mekanisme lelang.
Pemkot Jogja menguji penutupan sirip Malioboro secara bertahap. Akses warga, difabel, dan lansia menjadi perhatian sebelum kebijakan diterapkan.
Polda DIY mengoperasikan water treatment di Tepus, Gunungkidul, untuk mengolah sumber air keruh menjadi air yang dapat digunakan masyarakat.
Asal usul Anak Krakatau berawal dari letusan dahsyat Krakatau 1883. Simak sejarah Krakatau lama hingga kemunculan Anak Krakatau.
Pakar mengingatkan risiko abu vulkanis bagi penderita asma dan PPOK. Masker N95 dan stok obat disarankan untuk mengurangi risiko serangan.