Kisah Kiper 16 Tahun Motoran dari Gunungkidul Demi Latihan PSIM Jogja
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Atlet angkat berat, Faris Fadli, di sela-sela sesi latihan di kompleks Stadion Mandala Krida, Kota Jogja, Rabu (25/6/2025). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Atlet disabilitas di Kota Jogja mengeluhkan kurangnya kualitas fasilitas latihan yang ramah disabilitas. Sejumlah venue masih belum memenuhi standar aksesibilitas untuk atlet penyandang disabilitas.
Atlet angkat berat sekaligus Sekretaris National Paralympic Committee (NPC) Kota Jogja, Faris Fadli, mengungkapkan banyak atlet disabilitas kesulitan menemukan tempat latihan yang layak. Hanya beberapa venue yang dinilai memadai, salah satunya Stadion Mandala Krida.
“Fasilitas masih kurang, atlet di beberapa cabang olahraga [cabor] masih kesulitan mencari fasilitas olahraga yang bisa dipakai dan memenuhi aspek aksesibilitas. Fasilitas di Stadion Mandala Krida cukup baik, seperti angkat berat dan atletik ada tempat latihan yang memenuhi standar aksesibilitas,” ujar Faris Fadli di kompleks Stadion Mandala Krida, Rabu (25/6/2025).
Sayangnya, Stadion Mandala Krida milik Pemda DIY, jadi kalau bisa Pemkot bisa punya Gor atau stadion yang bisa diakses disabilitas,” katanya.
Faris mencontohkan beberapa cabor yang kesulitan mencari tempat latihan, hingga terpaksa berlatih di luar Kota Jogja. Salah satunya renang, yang selama ini berlatih di Sleman. “Cabor catur yang jadi andalan tempat latihannya terbatas. Untuk panahan lapangannya sudah bagus tapi akses kamar mandi masih terkendala,” katanya.
Fasilitas toilet yang dinilai tidak memiliki aksesibilitas pun turut menjadi sorotan Faris. Menurutnya, rekan-rekannya banyak yang kesulitan memanfaatkan fasilitas toilet yang tidak ramah disabilitas.
Tak hanya untuk atlet, Faris juga menyoroti kurangnya fasilitas untuk penonton disabilitas di ajang olahraga. Ia mencontohkan saat menonton ajang voli Proliga di Gor Amongrogo, yang belum memiliki akses yang baik untuk penonton disabilitas.
Faris berharap, fasilitas atlet disabilitas di Kota Jogja dan DIY lebih diperbaiki. Ia mencontohkan beberapa daerah yang sudah memiliki fasilitas mumpuni, seperti di Jakarta dan Karanganyar, Jawa Tengah.
Ia menilai, fasilitas atlet disabilitas di Jakarta memenuhi standar, terlebih pernah digunakan ajang Asian Para Games 2018. Selain itu, ia juga memuji pusat latihan atlet disabilitas di Karanganyar yang bisa menjadi acuan. Ari Utoyo, atlet angkat berat lainnya, juga berharap adanya peningkatan kualitas fasilitas latihan. “Selama ini saya latihan di Mandala Krida, tapi secara umum masih kurang. Harapannya ke depan kualitas fasilitas bisa ditingkatkan lagi,” ujar Ari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus