PKB Kumpulkan 250 Pesantren, Bahas Kasus Kekerasan Seksual
PKB gelar Temu Nasional Pesantren 2026 bahas kasus kekerasan seksual. Libatkan pemerintah dan 250 pesantren untuk solusi bersama.
Sejumlah pakar Universitas Islam Indonesia (UII) mendorong adanya integrasi industri halal dan berkanjutan sebagai salah satu solusi tranformatif untuk ekonomi masa depan. Isu ini diangkat dalam event Innovation Festival 2025 dengan tema Halal Sustainable: The Future od Industry di Gedung Simpul Tumbuh UII, Kamis (19/6/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah pakar Universitas Islam Indonesia (UII) mendorong adanya integrasi industri halal dan berkanjutan sebagai salah satu solusi tranformatif untuk ekonomi masa depan. Isu ini diangkat dalam event Innovation Festival 2025 dengan tema Halal Sustainable: The Future od Industry di Gedung Simpul Tumbuh UII, Kamis (19/6/2025).
Direktur Simpul Tumbuh UII Arif Wismadi mengatakan berdasarkan data State of The Global Islamic Economy Report 2024, potensi pasar industri halal global mencapai 7,7 triliun Dolar Amerika Serikat. Meski demikian sebagai sala satu negara muslim terbesar di dunia dengan potensi besar market industri halal, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan untuk pengembangan industri ini.
"Di antaranya rendahnya komersialisasi di mana hanya 12 persen riset yang terdiversifikasi ke industri. Ada kesenjangan regulasi seperti kebijakan halal, standar keberlnjutan dan insentif pendanaan. Selain itu minimnya kolaborasi antara pemerintah akademisi, bisnis, komunitas dan media, ini perlu didorong untuk mengintegrasikan antara industri halal dan berkelanjutan," katanya.
Guna mendorong hal itu, UII meluncurkan dua lembaga yaitu Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Lembaga Pendampingan Proses Produk Halal (LP3H). Menurutnya LPH fokus pada pemeriksaan dan pengujian terhadap produk yang diajukan untuk mendapatkan sertifikasi halal.
"Sedangkan untuk LP3H ini untuk pendampingan bagi pelaku UMKM untuk memahami bagaimana persyaratan sertifikasi halal serta memastikan produk mereka sesuai standar halal," katanya.
Ia menambahkan event tersebut dihadiri para akademisi, peneliti, pelaku bisnis, perwakilan pemerintah dan mahasiswa. "Harapannya bisa memberikan dampak positif bagi pengembangan inovasi dan kewirausahaan," kata Kepala Divisi Pengembangan Kewirausahaan UII Bagus Panuntun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PKB gelar Temu Nasional Pesantren 2026 bahas kasus kekerasan seksual. Libatkan pemerintah dan 250 pesantren untuk solusi bersama.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.