Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Seorang pengunjung cilik di Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari mendapatkan perawatan karena disengat ubur-ubur. Minggu./ Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron mencatat ada 24 pengunjung yang diserang ubur-ubur saat bermain di kawasan pantai, Minggu (29/6/2025). Di musim liburan sekolah ini, pengunjung diminta waspada terhadap sengatan ubur-ubur yang sering kali muncul pada Juli hingga September.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Surisdiyanto mengatakan, ubur-ubur atau impes yang dikenal warga lokal di pesisir Gunungkidul sudah mulai terlihat di kawasan Pantai Selatan. Ia mencatat hingga Minggu pukul 14.30 WIB, sudah ada 24 pengunjung yang tersengat hewan laut ini.
Adapun rinciannya, sebanyak enam orang tersengat di Pantai Krakal; seorang penunjung tersengat di Pantai Drini; tujuh pengunjung menjadi korban ubur-ubur di Pantai Sepanjang. Sedangkan sisanya, empat orang tersengat di Pantai Kukup dan enam korban di Pantai Ngrawe.
“Petugas kami sudah memberikan pertolongan guna mengurangi rasa sakit akibat sengatan ubur-ubur,” kata Suris saat dihubungi, Minggu siang.
Menurut dia, dampak dari sengatan ubur-ubur bisa menimbulkan rasa panas di sekitar luka. Selain itu, terkadang juga memberikan efek nyeri, gatal, sesak nafas, bahkan hingga pingsan bagi korban yang tidak dalam kondisi fit.
BACA JUGA: Belasan Ribu Peserta BPJS Kesehatan di Gunungkidul Dibekukan
“Jika tersentuh jangan panik kemudian bilas di area tersengat dengan air biasa atau laut. Tujuannya agar tentakel dari ubur-ubur bisa terlepas dari area kulit,” katanya.
Binatang laut yang tergolong ke dalam kelas Scyphozoa, biasanya muncul pada saat suhu di laut dingin sehingga menepi ke darat. Pada saat berada di pantai, binatang ini mudah sekali disentuh.
Terlebih lagi, bentuknya yang menarik karena seperti balon dengan warna kebiru-biruan. Meski demikian, ada potensi bahaya bagi setiap orang yang menyentuhnya karena bisa tersengat.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 DIY di Pantai Baron, Marjono mengatakan, kemunculan ubur-ubur sudah terpantau sejak beberapa hari lalu. Meski terlihat cantik, hewan ini patut diwaspadai karena bisa menyengat kepada siapa saja yang menyentuhnya.
“Memang menarik bentuk maupun warnanya, tapi mengandung bahaya,” katanya.
Di musim liburan sekolah seperti ini, para pengunjung diminta lebih berhati-hati lagi agar tidak menjadi korban sengatan. “Kami sudah siapkan obat-obatan untuk pertolongan pertama kepada korban. Biasanya, kemunculan ubur-ubur terlihat mulai Juli hingga September,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia dengan mesin V8 twin-turbo dan teknologi elektrifikasi yang menghasilkan tenaga hingga 920 PS.
KAI Daop 6 Jogja menegaskan pelaku pelecehan seksual dapat masuk blacklist dan dilarang menggunakan kereta api hingga 20 tahun.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjen) Imigrasi DIY memperkuat edukasi kepada masyarakat untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang
MR alias Bos Gendut, buronan kasus 98 kg sabu, ditangkap BNN di salon kecantikan Mangga Besar. Aset Rp39,5 miliar turut disita.