Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Wisatawan memadati Pantai Parangtritis, Sabtu (16/6/2018). /Dok-Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengingatkan wisatawan Pantai selatan untuk mewaspadai ubur-ubur yang terdampar. Dari libur panjang tahun baru Islam 1447 hijriah atau 1 Sura lalu, sudah ada 22 korban luka sengatan ubur-ubur.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad, menjelaskan pada Minggu (29/6/2025) lalu dilaporkan ada 22 korban luka tersengat ubur-ubur di Pantai Parangtritis. “Di sepanjang pantai sekarang ubur ubur sedang muncul. Di sebagian besar Pantai Gunungkidul dan kemarin Parangtritis,” ujarnya, Selasa (1/7/2025).
Sengatan ubur-ubur mengakibatkan bagian tubuh yang tersengat terasa panas. BPBD DIY pun menyiagakan tim di sepanjang Pantai untuk memberikan pertolongan kepada para korban. “Jadi dikikis dulu bekas sengatannya, lalu diobati dengan alkohol,” ungkapnya.
Untuk kebutuhan tersebut, pihaknya juga didukung Dinas Kesehatan dengan mensuplai alkohol dari puskesmas di sekitar Pantai. “Kita harapkan kesadaran dari wisatawan dan pemahaman tentang ubur-ubur,” katanya.
Korban sengatan ubur-ubur sebagian besar adalah anak-anak. Mereka menganggap ubur-ubur seperti jeli yang berwarna merah dan biru seperti mainan. “Kami terus memberikan edukasi ke wisatawan, hati hati kepada ubur-ubur,” ucapnya.
Menurutnya, banyak wisatawan yang belum mengetahui bentuk ubur-ubur di Pantai selatan, sehingga tidak menghindarinya. “Yang dipahami masyarakat ubur-ubur itu bulat di tengah laut, kalau di Pantai selatan ada yang panjang, warna-warni,” kata dia.
Selain memberikan edukasi, petugas juga mengantisipasi kejadian sengatan ubur-ubur dengna membersihkan ubur-ubur yang terdampar di sepanjang pantai. “Langkah pencegahan, kalau pagi kami menyisir pantai, mengambil ubur-ubur yang terdampar di Pantai,” ujarnya.
BACA JUGA: Puluhan Warga Gunungkidul Ingin Bekerja di Luar Negeri, Taiwan Jadi Tujuan Favorit
Selain ubur-ubur, wisatawan Pantai juga perlu mewaspadai palung laut yang berada di sekitar Pantai selatan. “Kalau di sana sudah ada tanda tidak boleh berenang. Tapi itu sering dilanggar akhirnya terseret ombak, tidak bisa minggir,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek