Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Balita mendapatkan makanan tambahan untuk mencegah stunting di Posyandu Padukuhan Puluhan Kidul, Srandakan, Bantul beberapa waktu lalu. Dinkes Bantul menyebut upaya pencegahan stunting dilakukan bersifat menyeluruh, dimulai dari pra-konsepsi, masa kehamilan, hingga masa tumbuh kembang anak. Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL – Angka prevalensi stunting di Kabupaten Bantul menunjukkan penurunan signifikan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Agus Tri Widiyantara menyebut, berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024, angka stunting di Bantul turun menjadi sekitar 15 persen, dari sebelumnya 20 persen pada 2023.
“Penurunannya sekitar 5 persen dari tahun sebelumnya. Namun ini sebenarnya masih belum sesuai target. Harapan kami bisa lebih turun lagi, bahkan sampai ke angka 12 persen,” ujar Agus, Rabu (2/7/2025).
BACA JUGA: 5.150 Balita di Gunungkidul Terindikasi Stunting, Ini Penyebabnya
Meski masih di atas target ideal, Dinkes Bantul terus melakukan berbagai langkah pencegahan, terutama dengan menyasar kelompok remaja putri sejak usia sekolah. Agus menekankan pentingnya pencegahan anemia pada remaja sebagai langkah awal memutus rantai stunting.
“Program pencegahan kami sudah mulai dari SMP dan SMA, khususnya pada remaja putri. Mereka diberi tablet tambah darah secara rutin untuk mencegah anemia,” jelasnya.
Anemia pada remaja, lanjut Agus, dapat berisiko saat mereka dewasa dan hamil, karena ibu hamil yang mengalami kekurangan zat besi cenderung melahirkan bayi dengan potensi stunting.
Tak hanya pada remaja, intervensi juga dilakukan terhadap ibu hamil. “Kalau ada ibu hamil yang status gizinya kurang, kami beri makanan tambahan di puskesmas,” jelasnya.
Agus menambahkan, pendekatan pencegahan yang dilakukan Bantul bersifat menyeluruh, dimulai dari pra-konsepsi, masa kehamilan, hingga masa tumbuh kembang anak.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Dinkes Bantul untuk mencegah terulangnya lonjakan kasus stunting seperti yang baru-baru ini ditemukan di sejumlah wilayah. “Kami antisipasi sejak dini agar kejadian seperti daerah lain tidak terjadi di Bantul,” pungkas Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru
ASUS ExpertBook P5 G2, Laptop Kerja Terbaik Berbasis Intel Core Ultra Series 3Performa, efisiensi dan keamanan kelas bisnis dalam laptop berdesain ringkas
MK cabut larangan penggunaan lambang Garuda Pancasila di luar ketentuan UU. Masyarakat kini bebas memakai Garuda di kaus, topi, hingga atribut lainnya tanpa san
Marselino Ferdinan sukses jalani operasi lutut di Spanyol usai cedera saat TC Timnas di Bali. Pemain 21 tahun itu harus absen 2 bulan. Ini pesannya untuk Erick