DTSEN Dinilai Bermasalah, DPRD Jogja Minta Bansos Tak Terpaku Desil
DTSEN dinilai bermasalah karena desil warga berubah drastis. DPRD Jogja meminta bansos tetap mempertimbangkan verifikasi kondisi warga.
Tempat relokasi juru parkir dan pedagang TKP ABA di eks Menara Kopi Kotabaru sudah siap digunakan, Sabtu (31/5/2025). - ist Humas Pemda DIY
Harianjogja.com, JOGJA–Pedagang eks Tempat Khusus Parkir Abu Bakar Ali (TKP ABA) mengeluhkan sepinya pengunjung pada bangunan baru yang ditempatinya, bangunan bekas Menara Kopi. Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo akan menggelar sejumlah event di sana.
“Harapan saya nanti ada kreativitas usaha baru bagi mereka. Kami juga berusaha mengakomodir supaya pengunjung, mungkin kami membuat atraksi di sana supaya banyak datang ke situ,” katanya, Rabu (2/7/2025).
Selain itu menurut Hasto pihaknya juga akan menertibkan parkir liar yang ada di sekitar Kawasan Malioboro dalam waktu dekat. Parkir liar yang ada tersebut sempat dinilai oleh pedang eks TKP ABA menyebabkan wisatawan tidak parkir dan mengunjungi eks Menara Kopi, bangunan baru yang kini dijadikan tempat relokasi pedagang eks TKP Aba.
Hasto menyebut pada Juni 2025, pihaknya juga agar melakukan uji coba penertiban parkir liar dari teteg sepur Malioboro hingga Titik Nol KM.
“Di bulan ini kita uji coba dulu dari teteg [sepur Malioboro] sampai Titik Nol,” katanya.
BACA JUGA: Ekspor DIY Tumbuh 10,57 Persen hingga Mei 2025, Disperindag Sebut 3 Faktor Pendorong
Sementara sebelumnya Pengelola TKP ABA, Aqil Suharyanto menyampaikan meskipun telah memasuki momen liburan, namun pengunjung di tempat tersebut masih sepi. Dia Dia menduga hal tersebut lantaran tukang parkir yang ada di sekitar Sumbu Filosofi menyebabkan sepinya pengunjung ke tempat itu.
“Warga kita disini sudah mengharapkan sudah sebulan tidak bisa mencari nafkah,” katanya.
Dia mengaku pihaknya telah melakukan rehabilitasi gedung dan bagian pelataran eks Menara Kopi. Rehabilitasi tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung di sana. Namun, rehabilitasi tersebut tidak berbuah manis.
Menurut Aqil, bus dan kendaraan wisatawan lebih memilih parkir di Jl. Mangkubumi. Dengan begitu, wisatawan pun tidak berkunjung ke eks Menara Kopi, namun ke wisata di sekitar area Malioboro.
“Kita berikan free di sisi barat, biar bus aman dan leluasa masuk,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DTSEN dinilai bermasalah karena desil warga berubah drastis. DPRD Jogja meminta bansos tetap mempertimbangkan verifikasi kondisi warga.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian 29 Agustus 2026 lengkap dengan harga jual dan buyback terbaru.
Iran dan Oman menyepakati rute pelayaran Selat Hormuz. Iran siap membuka kembali jalur itu jika AS memenuhi komitmen nota kesepahaman.
Danantara menyoroti rencana pengalihan dividen Rp120 triliun ke APBN dan meminta investasi jangka panjang tetap menjadi perhatian.
Peneliti UGM Eddy Kiswanto memetakan tiga kategori UMKM dan mendorong transformasi dari survival menjadi wealth creator.
Semangat berdikari di bidang pangan kembali digaungkan dari jantung Kota Jogja melalui Festival Mustika Rasa yang digelar pada 29–30 Agustus 2026 di Alun-Alun