Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Foto siswa SMA.- Ilustrasi dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, JOGJA—Seluruh jalur Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA-SMK DIY termasuk afirmasi terbatas yang dibuka belakangan sudah terisi. Beberapa sekolah di Kulonprogo masih kekurangan siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, Suhirman, menjelaskan jalur afirmasi terbatas saat ini sudah terisi oleh calon siswa yang sebelumnya juga mendaftar jalur afirmasi tapi terlempar. “Ada 51 kursi, yang diisi oleh calon siswa dari jalur afirmasi,” ujarnya, Kamis (10/7/2025).
Walau calon siswa tersebut sebelumnya sudah mendaftar, namun untuk menggunakan jalur afirmasi terbatas ini mereka harus melakukan pendaftaran kembali. “Prinsipnya untuk mengakomodir anak-anak yang afirmasi,” kata dia.
Jalur afirmasi terbatas ini tersebar di beberapa sekolah dengan jumlah di masing-masing sekolah berbeda. Jalur ini merupakan tambahan dari empat jalur yang sudah ditetapkan sebelumnya, karena adanya permasalahan pada jalur afirmasi.
Sebanyak 139 calon siswa yang sudah diterima di jalur afirmasi sempat dianulir karena dinyatakan tidak layak berada di jalur tersebut, tapi bisa masuk karena kesalahan sistem. Dari jumlah tersebut, 88 calon siswa tetap diterima di jalur afirmasi karena melengkapi dokumen afirmasi dan 51 calon siswa tetap diterima tapi non afirmasi.
Mekanisme ini kemudian menyisakan 51 kursi kosong di jalur afirmasi, maka kemudian dibukalah jalur afirmasi terbatas. Dengan terisinya jalur afirmasi terbatas ini, sekarang seluruh jalur SPMB tingkat SMA-SMK DIY sudah terisi.
Meski demikian, beberapa sekolah di Kulonprogo kuotanya belum terpenuhi karena kekurangan pendaftar. “Yang masih kurang di SMA Samigaluh 78 siswa, SMAN Temon 10 siswa dan SMAN Kokap 65 siswa. Kami akan telusuri penyebabnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.