Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Ketua KWT Subur Makmur Lestari, Sumarsini, memasukkan sampah organik ke dalam biopori jumbo, beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Penggerobak merupakan metode yang diandalkan di Kota Jogja untuk pengelolaan sampah dari rumah tangga diangkut ke depo dan berakhir di TPS3R. Namun jika pengelolaan sampah organik dan anorganik sudah optimal hingga tidak ada sampah yang perlu diangkut ke depo, maka penggerobak pun tidak diperlukan lagi.
Kondisi tersebut sudah dilakukan oleh warga Mangkuyudan, Kelurahan Mantrijeron, Kemantren Mantrijeron. Dipelopori oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Makmur Lestari, warga bisa mengoptimalkan pengelolaan sampah mandiri sehingga tidak memerlukan penggerobak.
Ketua KWT Subur Makmur Lestari, Sumarsini, mengatakan pengelolaan sampah organik di wilayah tersebut dilakukan dengan metode biopori jumbo. “Sampah rumah tangga dari satu RW dimasukkan ke situ, ada dua biopori jumbo menggunakan empat bis beton,” ujarnya dikutip Minggu (13/7/2025).
Biopori jumbo ini diisi setiap hari dengan sampah organik berupa sisa makanan hingga daun-daun kering. Karena ukurannya yang besar dan dicor, pemanenan dilakukan setahun sekali. Biopori jumbo ini sangat efektif untuk mengelola sampah anorganik.
Sedangkan untuk sampah anorganik, KWT bekerja sama dengan bank sampah setempat untuk mengelolanya. “Kami berkolaborasi dengan bank sampah untuk mengelola sampah anorganik. Jadi baik sampah organik maupun anorganik semuanya terkelola,” ungkapnya.
Lewat optimalisasi pengelolaan sampah organik maupun anorganik ini, ia mengaku di wilayah tersebut tidak diperlukan penggerobak untuk mengangkut sampah ke depo. “Kami tidak menggunakan penggerobak, semua sampah sudah terkelola,” ujarnya.
Keberhasilan ini tidak lepas dari ketelatenan seluruh warga untuk mengelola sampahnya secara mandiri. Dalam mengelola biopori jumbo misalnya, warga bergantian menyiram cairan tetes tebu dan EM4 minimal tiga hari sampai sepekan sekali.
BACA JUGA: Pakar UGM: Bakteri Bisa Dimanfaatkan sebagai Pengganti Pestisida Sintetis dalam Pertanian
Cairan itu berfungsi untuk menjaga biopori jumbo agar tidak berbau. Adapun hasil biopori jumbo berupa pupuk kompos. Pupuk ini kemudian dimanfaatkan oleh KWT Subur Makmur Lestari untuk aktivitas menanam di lingkungan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro ditangkap KPK dalam OTT pada Selasa malam. Simak profil, perjalanan karier, serta laporan harta kekayaannya yang mencapai Rp21,
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
KPK menangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam OTT ke-18 sepanjang 2026. Penyidik masih mendalami kasus dan memiliki waktu 24 jam menentukan status pihak
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.