Pemkab Sleman Minta Orang Tua Awasi Anak Jelang Demo Hari Ini 28 Oktober
Pemkab Sleman mengimbau orang tua mengawasi anak agar tetap belajar dan tidak terlibat mobilisasi massa menjelang isu demo 28 Oktober 2026.
Kegiatan pelatihan budi daya maggot yang digelar di Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis, belum lama ini. Istimewa/Dokumen Kelurahan Bumijo
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis, Jogja, terus berinovasi dalam pengelolaan sampah dengan memanfaatkan larva lalat Black Soldier Fly atau maggot.
Metode ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah organik, namun juga meningkatkan perekonomian warga setempat melalui budidaya maggot dan pemanfaatan hasil olahannya.
Lurah Bumijo, Ani Purwanti, menjelaskan pengolahan sampah organik dengan maggot telah berjalan di beberapa bank sampah, terutama di Bank Sampah Berseri 35 dan Bank Sampah Jantra.
“Kami telah menjalin kerja sama dengan beberapa rumah makan dan kafe, termasuk warung nasi padang dan kuliner malam di kawasan Kranggan, untuk menyuplai sampah organik sebagai pakan maggot,” katanya, Kamis (17/7/2025).
BACA JUGA: Muncul Embun Beku di Puncak Musim Kemarau, Ini Penjelasan BMKG
Selain dari sektor usaha kuliner, beberapa toko roti juga menyumbang roti tidak terjual untuk dijadikan pakan maggot. Menurut Ani, siklus pengelolaan sampah organik sudah terbentuk dengan baik di Bumijo. Hal itu terbangun dengan partisipasi aktif dari warga rumah tangga yang rutin menyetorkan sampah organik ke lima titik bank sampah yang ada di wilayah tersebut.
Dia menilai budi daya maggot telah memberikan manfaat bagi masyarakat. Misalnya di Bank Sampah Jantra yang telah berhasil memanen hingga delapan kilogram maggot setiap 10 hari.
Maggot yang dipanen tersebut dijual dalam kondisi hidup sebagai pakan ternak, antara lain untuk pakan ayam dan lele. Sementara, maggot lainnya diolah menjadi pelet untuk pakan lele.
Untuk mengembangkan hasil olahan dari budi daya maggot, Ani menuturkan Kelurahan Bumijo telah memberikan pelatihan pengolahan maggot menjadi berbagai produk turunan.
“Pemanfaatan maggot ini sangat menguntungkan. Selain mengurangi sampah, warga juga mendapatkan tambahan penghasilan. Bahkan sisa-sisa dari maggot seperti kotoran dan sisa organik yang tidak dimakan bisa diolah menjadi pupuk kompos untuk pertanian lokal,” katanya.
Dia menilai hasil budi daya maggot mendukung produktivitas pertanian dan budi daya lele lokal di Bumijo. Menurutnya, dengan panen rutin setiap 10 hari, budi daya maggot tersebut mampu membentuk siklus ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat Bumijo.
Ani berharap kesadaran warga untuk memilah sampah, khususnya organik, tetap terjaga agar program ini bisa terus berjalan. “Kalau rumah tangga terus memilah, lingkungan akan bersih, hijau, dan program ini bisa terus berkembang. Apalagi kami masih mengembangkan program biopori dan kompos di wilayah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengimbau orang tua mengawasi anak agar tetap belajar dan tidak terlibat mobilisasi massa menjelang isu demo 28 Oktober 2026.
Jumlah penumpang kereta api Daop 6 Yogyakarta mencapai 1,17 juta pada Oktober 2026, naik 12,9% dibandingkan tahun lalu.
Kenali lima tanda WhatsApp berpotensi diakses orang lain, mulai dari perangkat asing hingga pesan mencurigakan. Simak cara mengecek dan mengamankannya.
DWS meminta Polri mengusut tuntas dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo yang menyeret mantan Kapolri Listyo Sigit.
Calvin Verdonk tampil impresif saat Lille ditahan Bodo/Glimt 0-0. Bek Timnas Indonesia itu meraih Man of the Match dan rating tinggi.
Enam skandal penyadapan ilegal pernah mengguncang dunia, mulai dari Watergate, Angela Merkel, Pegasus, hingga kasus News of the World.