Update Kasus Daycare Jogja, Puluhan Anak Alami Gangguan Tumbuh Kembang
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Beras - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Luas lahan pertanian sawah berkelanjutan di Kota Jogja terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, Pemkot Jogja mengandalkan pasokan beras dari wilayah lain.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja, Sukidi menyampaikan luas lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kota Jogja hanya sekitar 32 hektar. Dengan luas lahan tersebut produktivitas pertanian di Kota Jogja mencapai 5 ton per hektar.
“Padahal kebutuhan kita sekitar 94 ton per hari di Kota [Jogja],” katanya.
Sukidi menyebut pertanian di Kota Jogja mengalami tiga kali panen dalam setahun. Dengan kondisi tersebut menurutnya kebutuhan beras Kota Jogja mengandalkan pasokan dari wilayah lain. Beberapa daerah seperti Bantul, Sleman, Kulonprogo, Klaten, dan Bliter pun digandeng untuk memenuhi kebutuhan beras di Kota Jogja.
Meskipun mengandalkan dari daerah lain, Sukidi mengaku saat ini ketersediaan beras masih mencukupi. Di Kota Jogja saat ini ketersediaan beras mencapai 150 ton per hari.
BACA JUGA: Di Kota Jogja, Modal Koperasi Kelurahan Merah Putih Purwokinanti Berasal dari Anggota
Sukidi mengaku lahan pertanian pangan berkelanjutan yang ada di Kota Jogja terbatas tersebut masih mengalami alih fungsi lahan pertanian sekitar lima hektar dalam lima tahun belakangan. Sukidi mengaku alih fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan tersebut disebabkan karena lahan tersebut milik perorangan, sehingga pihaknya kesulitan untuk mengendalikan alih fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan tersebut.
Dia mengaku pengajuan izin untuk alih fungsi lahan pertanian berkelanjutan diajukan kepada DPP Kota Jogja dan Dispertaru Kota Jogja. Dari dua instansi tersebut menurutnya tidak memberikan rekomendasi untuk alih fungsi lahan pertanian. Namun, beberapa pemohon mengajukan banding ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Jogja, dan permohonan tersebut dikabulkan.
Lima hektar lahan pertanian berkelanjutan yang telah dialihfungsikan tersebut kini telah dibangun pemukiman dan beberapa unit usaha seperti kafe atau tempat makan.(Stefani Yulindriani)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.