5 Pemain ke Timnas, STY Akui Persija Minim Latihan Bareng Jelang Lawan PSIM
Shin Tae-yong mengakui Persija tak leluasa berlatih organisasi permainan karena lima pemain membela Timnas. Persija akan melawan PSIM di Bantul.
Jajaran Komisi C DPRD DIY saat meninjau langsung anak Sungai Bogowonto di Kulonprogo, Selasa (22/7/2025). Ist/ Dok. DPRD DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Komisi C DPRD DIY menindaklanjuti laporan kondisi anak Sungai Bogowonto di Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo yang sempat meluap dan mengancam kawasan permukiman warga. Respons ini dilakukan menyusul surat resmi dari pihak kalurahan yang meminta perhatian atas ancaman kerusakan yang ditimbulkan.
Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, menyatakan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lokasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO), pada Selasa (22/7/2025) untuk melakukan pengecekan dan merencanakan penanganan teknis. Salah satu solusi yang disepakati adalah pembangunan bronjong untuk memperkuat tanggul sungai dan mencegah erosi lanjutan.
BACA JUGA: Terkena Efisiensi, Danais untuk Gunungkidul Dipangkas Rp11 Miliar
“Kita menanggapi surat yang dikirim Lurah Kalirejo, Kokap untuk mengecek kondisi anak sungai Bogowonto yang memang kondisinya kemarin sampai meluap dan sudah menerjang ke tanah-tanah pemukiman,” ujarnya, Rabu (23/7/2025).
Menurut Nur, pengerjaan bronjong akan dimulai dalam waktu dekat, tepatnya pada bulan Agustus. Proyek ini akan melibatkan kolaborasi antara BBWSO dan Pemerintah Kalurahan Kalirejo dengan memanfaatkan sebagian alokasi dana desa untuk mendukung pembiayaan.
“Bentuk partisipasi kita, tanggung jawab kita dari Komisi C hadir bersama BBWSO. Nanti segera akan dibantu dengan bronjong, bekerja sama dengan Pemerintah Kalurahan dari alokasi dana desa,” jelasnya.
Menurutnya, langkah ini diharapkan dapat memberi rasa aman bagi masyarakat, terutama warga yang tinggal di dekat bantaran sungai. Mengingat derasnya arus air saat musim hujan dan potensi longsor yang bisa terjadi sewaktu-waktu, penanganan ini dinilai sangat mendesak.
“Insyaallah masyarakat biar tenang karena itu juga berbahaya untuk pemukiman,” tambah Nur.
Lurah Kalirejo, Lana, menjelaskan bahwa kondisi anak Sungai Bogowonto memang sudah memprihatinkan. Pendangkalan yang terjadi di dasar sungai membuat aliran air mudah meluap saat hujan deras. Selain itu, gerusan air juga mengikis tebing sungai dan menyebabkan perubahan arah aliran.
“Sudah ada pendangkalan di Sungai Anak Bogowonto ini sehingga mengakibatkan kondisi warga yang rawan kena banjir dan penggerusan di tebing-tebing sungai. Sungai ini juga sudah mengalami perpindahan agak ke barat,” jelas Lana.
Ia menegaskan pentingnya normalisasi sungai secara menyeluruh dan pembangunan infrastruktur pengaman di sepanjang aliran sungai. “Kami minta normalisasi sungai. Kami perlu bronjong, tanggul kanan kiri sehingga sungai ini tidak akan bergeser,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Shin Tae-yong mengakui Persija tak leluasa berlatih organisasi permainan karena lima pemain membela Timnas. Persija akan melawan PSIM di Bantul.
BSU Rp900.000 untuk pekerja periode Oktober–Desember 2026 belum memiliki syarat dan jadwal resmi. Simak kriteria sebelumnya dan cara cek BPJS Ketenagakerjaan.
KPK menetapkan lima tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan dana kebencanaan BNPB. Penyidik menyita uang Rp3,3 miliar dan aset lainnya.
Perumda Aneka Usaha Kulon Progo mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui Manunggal Fair 2026 yang mencatat perputaran uang sekitar Rp7 miliar
KAI diminta menyusun masterplan transformasi KRL Jabodetabek untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diproyeksikan mendekati 600 juta pada 2036.
Perumda Air Minum Tirta Binangun memperluas akses air bersih di Kulon Progo. Hingga September 2026, jumlah pelanggan tercatat mencapai 48.586 sambungan rumah un