Rumah Potong Ayam di Sleman Terbakar Berkali-kali, Ini Penyebabnya
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Seragam sekolah SD dan SMP - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman terus melakukan penelusuran sekolah menengah pertama negeri (SMPN) yang diduga melakukan pungutan seragam.
Disdik mengaku kesulitan lantaran Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY belum memberikan identitas sekolah yang dimaksud.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Sleman, Dwi Warni Yuliastuti, mengatakan pihaknya telah meminta kepada ORI Perwakilan DIY untuk memberikan informasi lokasi sekolah yang diduga melakukan pungutan seragam.
BACA JUGA: Tiga Sekolah Negeri di DIY Diduga Jalankan Praktik Jual Beli Seragam untuk Siswa Baru
“Tapi ORI tidak memberikan identitas sekolah itu. Hanya clue kapanewon saja. Kami menelusurnya harus bagaimana. Kalau kami keliru kasihan sekolahnya. ORI belum ke Kantor Disdik juga sampai sekarang,” kata Dwi dihubungi, Kamis (24/6/2025).
Dwi mengaku pihaknya juga tidak mendapat laporan pengaduan apapun baik terhadap sekolah maupun dari orang tua atau wali murid.
Koordinator Pengawasan SPMB 2025 ORI DIY, Mohammad Bagus Sasmita, mengaku memang belum akan menyampaikan identitas sekolah termaksud. Meski begitu, ORI berencana menyampaikan laporan yang mereka terima ke Disdik.
ORI masih melakukan klarifikasi dan memproses aduan secara internal. Ihwal jumlah orang tua yang memesan seragam, kata dia ada ratusan orang tua. Orang tua baru memesan dan belum ada pembayaran sama sekali.
“Kalau sekolahnya ada di Godean dan Ngaglik. Sejauh ini Dinas memang belum pernah meminta data ke ORI. Kalau baik nanti kami akan komunikasi hal ini ke Dinas Pendidikan Sleman,” kata Bagus.
Sebelumnya, Bagus menjelaskan ORI Perwakilan DIY menerima laporan pungutan seragam sekolah di dua SMPN dan satu MAN. Memang tidak ada kewajiban pembelian, tapi sekolah dan komite tetap tidak boleh terlibat dalam jual beli seragam.
Kata dia, pihak sekolah mengirim form pemesanan seragam ke orang tua. Form itu muncul setelah ada orang tau atau wali murid yang ingin membeli seragam lewat sekolah. Tidak harus seluruh item seragam, wali murid bisa memilih.
ORI juga telah menyampaikan kepada pihak sekolah bahwa sekolah dan komite tidak boleh ikut terlebih dalam pengadaan atau penjualan seragam dan bahan seragam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
KA Prameks Jogja–Kutoarjo tambah jadwal 27 Mei–1 Juni 2026 saat libur Iduladha. Cek jam keberangkatan lengkap dan informasi perjalanan.
BMKG memprakirakan cuaca DIY Iduladha 27 Mei 2026 berawan di semua wilayah dengan suhu 22–31°C dan kelembapan hingga 99 persen.
Jadwal lengkap film TV libur Iduladha 2026 di TRANS TV, ANTV, RCTI, SCTV, dan Trans 7 dari horor hingga aksi Hollywood.
FIFA umumkan hadiah Piala Dunia 2026 tembus Rp11,66 triliun, juara mendapat Rp890 miliar dan semua tim dijamin miliaran rupiah.
Studi JATO Dynamics ungkap mobil hybrid butuh jarak jauh untuk balik modal, dipengaruhi harga BBM dan selisih harga beli.