6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Stadion Sultan Agung Bantul - Antara/Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyatakan tidak keberatan atas pengajuan PSIM Jogja untuk menggunakan Stadion Sultan Agung (SSA) sebagai homebase dalam gelaran Super League musim 2025/2026. Namun, izin resmi baru akan diberikan jika asesmen teknis terkait kelaikan stadion dan pengaturan penonton telah dipenuhi.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Buka Peluang PSIM Jogja Bermarkas di SSA
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan, pihaknya telah menerima surat permohonan resmi dari manajemen PSIM Jogja sekitar sepekan lalu. Dalam pertemuan langsung, PSIM Jogja menyampaikan keinginan menjadikan SSA sebagai kandang utama.
“Intinya kami tidak keberatan. Yang penting keamanan terjaga, suporter dikondisikan, dan pihak kepolisian juga terlibat,” kata Halim, Jumat (25/7/2025).
BACA JUGA: Sultan HBX Tegaskan Stadion Maguwoharjo Bisa Digunakan Semua Tim Sepak Bola Termasuk PSIM Jogja
Audit Teknis Layak
Ia menyebut Pemkab bahkan telah melakukan audit teknis terhadap kondisi lapangan dan tribun. Hasilnya, fasilitas SSA dinilai cukup layak untuk menggelar pertandingan kasta tertinggi sepak bola nasional itu.
"Hasil audit teknis, baik lapangan maupun tribun untuk penonton, semuanya cukup layak untuk Liga 1 dan kami tidak keberatan. Yang penting penyelenggara, panitia bertanggung jawab, juga kepolisian," jelasnya.
Namun, Halim menekankan bahwa tanggung jawab penyelenggaraan ada di tangan panitia dan PSIM Jogja. Semua pihak, termasuk suporter PSIM Jogja maupun tim lawan, diingatkan agar menjaga keamanan dan kenyamanan karena pertandingan akan digelar di wilayah Kabupaten Bantul.
“Kami tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Soal kehadiran penonton, Halim mengatakan hal itu masih dalam evaluasi Pemkab. “Masih belum diputuskan, tapi itu bagian dari asesmen. PSIM Jogja kan juga punya pilihan stadion lain, tidak harus SSA saja,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Nugroho Eko Setyanto membenarkan bahwa PSIM Jogja telah mengajukan surat permohonan penggunaan SSA. Ia menyatakan Pemkab akan memberi izin bila asesmen dari PSIM Jogja telah dilakukan dan menunjukkan hasil yang layak.
“Pemkab memberi izin kalau hasil asesmennya sudah ada. Baik dari sisi bangunan maupun keputusan boleh tidaknya pertandingan dihadiri penonton,” jelas Nugroho.
Ia memastikan tidak ada upaya mempersulit PSIM Jogja. “Prinsipnya Pemkab tidak keberatan. Semua itu demi pertimbangan keselamatan penonton,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak warga mengawasi revitalisasi sekolah swakelola agar pembangunan sesuai kebutuhan.
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.