Bantul Targetkan 10 Koperasi Merah Putih Beroperasi Agustus 2026
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Stadion Sultan Agung Bantul - Antara/Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyatakan tidak keberatan atas pengajuan PSIM Jogja untuk menggunakan Stadion Sultan Agung (SSA) sebagai homebase dalam gelaran Super League musim 2025/2026. Namun, izin resmi baru akan diberikan jika asesmen teknis terkait kelaikan stadion dan pengaturan penonton telah dipenuhi.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Buka Peluang PSIM Jogja Bermarkas di SSA
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan, pihaknya telah menerima surat permohonan resmi dari manajemen PSIM Jogja sekitar sepekan lalu. Dalam pertemuan langsung, PSIM Jogja menyampaikan keinginan menjadikan SSA sebagai kandang utama.
“Intinya kami tidak keberatan. Yang penting keamanan terjaga, suporter dikondisikan, dan pihak kepolisian juga terlibat,” kata Halim, Jumat (25/7/2025).
BACA JUGA: Sultan HBX Tegaskan Stadion Maguwoharjo Bisa Digunakan Semua Tim Sepak Bola Termasuk PSIM Jogja
Audit Teknis Layak
Ia menyebut Pemkab bahkan telah melakukan audit teknis terhadap kondisi lapangan dan tribun. Hasilnya, fasilitas SSA dinilai cukup layak untuk menggelar pertandingan kasta tertinggi sepak bola nasional itu.
"Hasil audit teknis, baik lapangan maupun tribun untuk penonton, semuanya cukup layak untuk Liga 1 dan kami tidak keberatan. Yang penting penyelenggara, panitia bertanggung jawab, juga kepolisian," jelasnya.
Namun, Halim menekankan bahwa tanggung jawab penyelenggaraan ada di tangan panitia dan PSIM Jogja. Semua pihak, termasuk suporter PSIM Jogja maupun tim lawan, diingatkan agar menjaga keamanan dan kenyamanan karena pertandingan akan digelar di wilayah Kabupaten Bantul.
“Kami tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Soal kehadiran penonton, Halim mengatakan hal itu masih dalam evaluasi Pemkab. “Masih belum diputuskan, tapi itu bagian dari asesmen. PSIM Jogja kan juga punya pilihan stadion lain, tidak harus SSA saja,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Nugroho Eko Setyanto membenarkan bahwa PSIM Jogja telah mengajukan surat permohonan penggunaan SSA. Ia menyatakan Pemkab akan memberi izin bila asesmen dari PSIM Jogja telah dilakukan dan menunjukkan hasil yang layak.
“Pemkab memberi izin kalau hasil asesmennya sudah ada. Baik dari sisi bangunan maupun keputusan boleh tidaknya pertandingan dihadiri penonton,” jelas Nugroho.
Ia memastikan tidak ada upaya mempersulit PSIM Jogja. “Prinsipnya Pemkab tidak keberatan. Semua itu demi pertimbangan keselamatan penonton,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
BPBD Bantul bersiap hadapi kekeringan dampak El Nino pada Juni 2026. Simak mekanisme bantuan air bersih dan alokasi anggaran tangki air di sini.
YellowKey ditemukan mampu membobol enkripsi BitLocker di Windows 11 tanpa kata sandi. Peneliti menduga adanya backdoor yang sengaja ditanamkan Microsoft.
MORAZEN Yogyakarta kembali menjalankan program MORA Impact sebagai bagian dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG)
Film dokumenter "Pesta Babi" karya Dandhy Laksono resmi tayang di YouTube. Simak isu konflik lahan masyarakat adat di Papua Selatan secara lengkap di sini.
Kemenhaj tertibkan KBIHU yang pasang penanda sepihak di tenda Arafah. Praktik kavling tenda dilarang demi keadilan fasilitas bagi jemaah haji.