SK Darurat Kekeringan Sleman Rampung, Bantuan Air Bersih Disalurkan
BPBD Sleman merampungkan SK Darurat Kekeringan dan menyiapkan distribusi 50 tangki air bersih untuk mengantisipasi krisis air pada musim kemarau.
Ilustrasi/pompa air untuk irigasi sawah.JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemutusan atau penghentian sementara aliran air di Daerah Irigasi (DI) Mlati–Krajan diperkirakan mundur dari yang semula pertengahan Juli 2025 menjadi awal Agustus 2025. Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman masih menunggu kesepakatan lokasi sosialisasi dengan warga terdampak.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPKP Sleman, Arif Haryanto, mengatakan sosialisasi menjadi tahapan penting sebelum melakukan pemutusan aliran DI Mlati – Krajan. Dengan begitu, warga terdampak dapat mendapat kepastian informasi dan pemahaman.
BACA JUGA: Irigasi Mlati-Krajan Dimatikan untuk Perbaikan
“Tinggal sosialisasi saja sebenarnya. Karena ini sudah akhir bulan, kemungkinan perbaikan kami laksanakan awal Agustus 2025,” kata Arif dihubungi, Minggu (27/7/2025).
Menurut Arif, pemutusan sementara aliran air di DI Mlati – Krajan dilakukan selama tiga bulan. Praktis selama itu jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier akan mengering. Pemutusan ini menjadi bagian dari proses rehabilitasi DI tersebut.
Ia menambahkan, rehab tersebut merupakan usulan pagu usulan partisipasi masyarakat (PUPM) dari Kalurahan Sendangadi dan Kapanewon Mlati. Usulan itu berangkat dari kondisi hilir jaringan irigasi yang tidak mendapat aliran air.
Menurutnya, ketiadaan aturan pemanfaatan air irigasi untuk budidaya ikan menjadi sebab air dari hulu tidak mencapai hilir. Perlu ada aturan distribusi dan besaran debit air yang dialirkan untuk kolam-kolam ikan di sekitar DI Mlati – Krajan.
Arif mencatat ada sekitar tujuh kelompok pembudidaya ikan yang memiliki kolam di sepanjang 200 meter aliran air di DI Mlati – Krajan.
“Kami tentu perlu koordinasi waktu dan tempat dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air dan pihak kalurahan. Butuh waktu beberapa hari untuk mencapai kesepakatannya,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Perikanan Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman, Wilyada Radianing, mengatakan pokdakan di sekiar DI Mlati – Krajan telah mengetahui rencana perbaikan DI tersebut dan dampaknya terhadap aliran air.
“DPUPKP sudah melakukan sosialisasi ke kalurahan dan mengundang pembudidaya ikan. Pembudidaya sudah tahu,” kata Wilyada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman merampungkan SK Darurat Kekeringan dan menyiapkan distribusi 50 tangki air bersih untuk mengantisipasi krisis air pada musim kemarau.
Tes genomik membantu mendeteksi risiko penyakit lebih dini sekaligus memberikan rekomendasi nutrisi dan gaya hidup berdasarkan analisis DNA.
Trump menegaskan kesepakatan nuklir sipil AS-Arab Saudi hanya disetujui jika Riyadh bergabung dalam Perjanjian Abraham.
Gibran meminta AJBI memperkuat ekosistem beasiswa bagi Indonesia timur untuk menyiapkan SDM unggul melalui penjaringan talenta sejak SMA.
Seorang konsultan pajak resmi mendaftar sebagai bakal calon lurah Srimartani dan membawa visi pengembangan potensi pariwisata serta ekonomi kalurahan.
Bulog dan TNI menggelar Gerakan Pangan Murah di Banyumas dan Cilacap untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan.