Gunungkidul Bidik Pengurangan Sampah Organik hingga 40 Persen
DLH Gunungkidul menargetkan pengurangan sampah organik hingga 40% melalui Masgun Maos dan pengolahan sampah mandiri dari rumah.
Ilustrasi lari maraton. Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Agenda sport tourism terbukti memberi dampak signifikan terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Bantul. Dinas Pariwisata (Dispar) setempat mencatat lonjakan jumlah kunjungan wisata hampir dua kali lipat hanya dalam sepekan, berkat penyelenggaraan dua kegiatan olahraga wisata.
"Event-event sport tourism cukup signifikan kontribusinya terhadap kunjungan wisatawan, dan berefek langsung pada pendapatan warga, khususnya mereka yang berada di sekitar lokasi kegiatan," ungkap Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul, Markus Purnomo Aji, Minggu (28/7/2025).
BACA JUGA: Modus Penipuan Gadai Barang Lewat Facebook, Pelaku Bawa Kabur Motor
Ia menyebut, pada akhir pekan lalu saat digelar Festival Layang-Layang dan pacuan kuda, angka kunjungan wisata mencapai 18.035 orang atau naik 96 persen dibanding akhir pekan sebelumnya yang hanya mencatat 9.182 kunjungan.
Bantul secara konsisten menyelenggarakan sejumlah agenda sport tourism berskala lokal hingga internasional. Beberapa yang rutin digelar antara lain Coast to Coast Night Trail Run, Festival Layang-Layang, Jogja Air Show, Jogja International Heritage Walk, balap kuda, serta Bantul Fun Run. Selain itu, ada juga event lari temporer yang menambah keramaian.
"Event-event ini selain menarik wisatawan juga memberi multiplier effect bagi pelaku UMKM, jasa transportasi, hingga pengelola homestay," kata Markus.
BACA JUGA: Wacana Penerima Bansos Hanya Dijatah 5 Tahun, Begini Tanggapan Pemkab Gunungkidul
Dispar Bantul melihat tren positif ini sebagai potensi strategis yang akan terus dikembangkan untuk mendongkrak ekonomi lokal melalui sektor pariwisata berbasis olahraga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Gunungkidul menargetkan pengurangan sampah organik hingga 40% melalui Masgun Maos dan pengolahan sampah mandiri dari rumah.
Pembangunan Gerbang Tol Trihanggo Tol Jogja-Solo terus dikebut. Gerbang ini akan mengusung siluet Ratu Boko dan ornamen aksara Jawa.
Sekitar 200 warga binaan Gunungkidul akan difasilitasi mengikuti Kejar Paket A, B, dan C sebagai bekal kembali ke masyarakat.
Pembangunan Jembatan Kewek memasuki tahap struktur lanjutan. Pondasi rampung dan erection girder ditarget September agar bisa dipakai saat Nataru 2026.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.