Kelok 23 Selesai, Investor JJLS Gunungkidul Diminta Tak Langgar Aturan
Investor di kawasan JJLS Gunungkidul diminta mematuhi perizinan dan menjaga lingkungan setelah Kelok 23 selesai dibangun.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebuah perahu nelayan di Pelabuhan Sadeng di Kapanewon Girisubo terbalik dihantam ombak, Selasa (29/7/2025) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena perahu jukung maupun seorang nelayan yang mengendarai berhasil diselamatkan.
Koordinator Satlinmas Wilayah 1 di Pelabuhan Sadeng, Sunu Handoko mengatakan, perahu jukung milik nelayan yang terbalik bermula saat korban, Didin,30, asal Cilacap, Jawa Tengah mencari ikan. Saat penangkapan yang berlokasi di sebelah barat Pelabuhan Sadeng, tiba-tiba mesin tempel perahu mati.
BACA JUGA: Polisi Ungkap Barang Bukti Kematian Arya Daru
Korban pun mencoba mengecek dan diketahui mesin mati dikarenakan kehabisan BBM. Upaya pengisian pun dilakukan, tapi saat menuangkan ke mesin tiba-tiba datang ombak besar sehingga membuat perahu jukung terbalik dan Didin tercebur ke laut.
“Usai mendapati laporan adanya perahu nelayan terbalik, kami langsung mendatangi TKP untuk proses evakuasi,” kata Sunu saat dihubungi, Selasa (29/7/2025).
Proses evakuasi dilakukan dengan menerjunkan tim gabungan dan satu armada kapal slerek. Upaya penyelamatan berjalan dengan lancar karena perahu berhasil ditarik ke dermga di Pelabuhan Sadeng.
Adapun korban juga selamat, tapi untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan dibawa ke Puskesmas Girisubo guna mendapatkan pemeriksaan secara medis. “Kondisinya baik, tapi butuh pemeriksaan untuk memastikan agar tidak terjadi apa-apa,” kata Sunu.
Ia berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bersama sehingga kejadian sama tidak terulang. Oleh karena, Sunu meminta para nelayan lebih berhati-hati karena kondisi sekarang terjadi cuaca buruk.
“Ada angin kencang dan terjadi hujan. Jadi, kami minta terus waspada dan berhati-hati,” katanya.
Terpisah, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa di Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono mengatakan, kondisi di wilayah pantai yang dijaga dalam keadaan aman dan terkendali.
“Memang ada cuaca buruk, tapi masih aman. Namun, kami juga meminta nelayan atau pun warga yang beraktivitas di pantai lebih berhati-hati lagi,” katanya.
Ia pun mengingatkan kepada nelayan yang akan beraktivitas untuk membawa alat perlindungan. Salah satunya terus mengenakan jaket pelampung pada saat di laut.
“Ini untuk antisipasi karena dengan menggunakan pelampung bisa menjadi penyelamat saat terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investor di kawasan JJLS Gunungkidul diminta mematuhi perizinan dan menjaga lingkungan setelah Kelok 23 selesai dibangun.
Sabar Karyaman Gutama/Reza Pahlevi Isfahani lolos ke perempatfinal China Masters 2026 usai mengalahkan Denmark. Mereka menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang
Arema FC menghadapi tim promosi Isenmulang Kalteng FC pada laga pembuka Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Jumat 4 September.
Jogja Coffee Week #6 digelar 4-6 September 2026 di JEC. Ada kompetisi kopi, business summit, hingga 191 booth dari dalam dan luar negeri. Tiket mulai Rp15.000!
Jangan hanya melihat kamera 50 MP atau layar AMOLED. Simak tips memilih HP mid-range agar tidak salah beli dan sesuai kebutuhan.
Timnas Indonesia U-20 memuncaki klasemen Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 setelah menang 3-0 atas Laos dan unggul selisih gol dari Australia.