18 Guru Kulonprogo Mundur, Gaji Minim Pilih Kerja di SPPG
Sebanyak 18 guru Kulonprogo mundur saat proses JLOP. Gaji minim diduga jadi penyebab, memperparah kekurangan tenaga pendidik.
Penanganan keracunan di SMP Muhammadiyah 2 Wates yang mendapat perawatan imbas mengalami keracunan. - Harian Jogja/Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO—Puluhan siswa di Kabupaten Kulonprogo dari empat sekolah, dua SMP dan dua SD dilaporkan keracunan, sehari setelah menyantap makanan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo, Nur Wahyudi menuturkan, dari informasi yang diterima instansinya kejadian keracunan terjadi di beberapa sekolah.
Menurutnya, memang dari laporan yang masuk makan MBG kemarin dan efek keracunannya baru terasa hari ini. "Laporan yang kami terima sementara dugaan keracunan dari SMPN 3 Wates, SMP Muhammadiyah 2 Wates, SD 1 Triharjo dan SD Sogan," katanya (31/7/2025).
Jumlah anak yang terdampak dugaan keracunan dari empat sekolah tersebut bervariasi. Nur Wahyudi menuturkan, dampak siswa keracunan yang paling banyak di SMPN 3 Wates.
Dia menyampaikan, di SMPN 3 Wates hampir 80 persen siswanya terdampak keracunan. Sedangkan di SMP Muhammadiyah 2 Wates ada 30 anak, SD Triharjo enam anak dan SD Sogan dua siswa saja.
"Paling banyak SMPN 3 Wates, kedua SMP Muhammadiyah 2 Wates, SD Triharjo dan paling sedikit SD Sogan. Alhamdulilah penanganannya sementara akan ada pengambilan sampel makanan dari Dinkes," katanya.
Sementara ini belum ada laporan sampai siswa yang mengharuskan di opname. Mayoritas hanya pulang ke rumah masing-masing dan minum obat.
BACA JUGA: Tunggu Pencairan Modal, Koperasi Merah Putih di Bangunharjo Bantul Belum Beroperasi
Di SMP Muhammadiyah 2 Wates, Kulonprogo gejala keracunan siswa, dialami mulai dari mual, diare, pusing, hingga perut sakit.
Sejumlah anak mendapat penanganan di ruang Bimbingan Konseling usai dari Puskesmas Wates dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo mendatangi SMP Muhammadiyah 2 Wates.
Pantauan Harian Jogja di lokasi, Kamis (31/7/2025) siang petugas kesehatan sedang proses mengambil sampel makanan. Sejumlah anak tampak sedang mendapatkan perawatan. Tidak sedikit yang sambil memegang perut dan menunduk karena gejala keracunan.
Mayoritas siswa yang mengeluhkan sakit karena makan MBG hari sebelumnya, Rabu (30/7/2025) yang efeknya terasa sejak tadi malam dan hingga pagi masuk sekolah.
Siswa SMP Muhammadiyah 2 Wates, Diaz, 14 mengungkapkan, kemarin pasca konsumsi MBG belum ada efek yang terasa. Dia mengungkapkan, menu MBG kemarin berupa ayam, tahu, dan semangka. "Terasanya pulang sekolah mulai tengah malam tadi seperti mual, sakit perut dan diare sampai pagi ini tadi," ungkapnya saat ditemui, Kamis (31/7/2025).
Menurutnya, menu MBG yang disajikan kemarin tidak ada yang mencurigakan. Diaz menyampaikan, tidak tercium bau atau terindikasi seperti basi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 18 guru Kulonprogo mundur saat proses JLOP. Gaji minim diduga jadi penyebab, memperparah kekurangan tenaga pendidik.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.