Jemaah Haji Kulonprogo Tiba di Tanah Air, Satu Wafat di Arab Saudi
Jemaah haji Kulonprogo tiba di tanah air melalui YIA. Satu jemaah wafat di Arab Saudi, dua lainnya masih menjalani perawatan.
Penanganan keracunan di SMP Muhammadiyah 2 Wates yang mendapat perawatan imbas mengalami keracunan. - Harian Jogja/Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO—Puluhan siswa di Kabupaten Kulonprogo dari empat sekolah, dua SMP dan dua SD dilaporkan keracunan, sehari setelah menyantap makanan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo, Nur Wahyudi menuturkan, dari informasi yang diterima instansinya kejadian keracunan terjadi di beberapa sekolah.
Menurutnya, memang dari laporan yang masuk makan MBG kemarin dan efek keracunannya baru terasa hari ini. "Laporan yang kami terima sementara dugaan keracunan dari SMPN 3 Wates, SMP Muhammadiyah 2 Wates, SD 1 Triharjo dan SD Sogan," katanya (31/7/2025).
Jumlah anak yang terdampak dugaan keracunan dari empat sekolah tersebut bervariasi. Nur Wahyudi menuturkan, dampak siswa keracunan yang paling banyak di SMPN 3 Wates.
Dia menyampaikan, di SMPN 3 Wates hampir 80 persen siswanya terdampak keracunan. Sedangkan di SMP Muhammadiyah 2 Wates ada 30 anak, SD Triharjo enam anak dan SD Sogan dua siswa saja.
"Paling banyak SMPN 3 Wates, kedua SMP Muhammadiyah 2 Wates, SD Triharjo dan paling sedikit SD Sogan. Alhamdulilah penanganannya sementara akan ada pengambilan sampel makanan dari Dinkes," katanya.
Sementara ini belum ada laporan sampai siswa yang mengharuskan di opname. Mayoritas hanya pulang ke rumah masing-masing dan minum obat.
BACA JUGA: Tunggu Pencairan Modal, Koperasi Merah Putih di Bangunharjo Bantul Belum Beroperasi
Di SMP Muhammadiyah 2 Wates, Kulonprogo gejala keracunan siswa, dialami mulai dari mual, diare, pusing, hingga perut sakit.
Sejumlah anak mendapat penanganan di ruang Bimbingan Konseling usai dari Puskesmas Wates dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo mendatangi SMP Muhammadiyah 2 Wates.
Pantauan Harian Jogja di lokasi, Kamis (31/7/2025) siang petugas kesehatan sedang proses mengambil sampel makanan. Sejumlah anak tampak sedang mendapatkan perawatan. Tidak sedikit yang sambil memegang perut dan menunduk karena gejala keracunan.
Mayoritas siswa yang mengeluhkan sakit karena makan MBG hari sebelumnya, Rabu (30/7/2025) yang efeknya terasa sejak tadi malam dan hingga pagi masuk sekolah.
Siswa SMP Muhammadiyah 2 Wates, Diaz, 14 mengungkapkan, kemarin pasca konsumsi MBG belum ada efek yang terasa. Dia mengungkapkan, menu MBG kemarin berupa ayam, tahu, dan semangka. "Terasanya pulang sekolah mulai tengah malam tadi seperti mual, sakit perut dan diare sampai pagi ini tadi," ungkapnya saat ditemui, Kamis (31/7/2025).
Menurutnya, menu MBG yang disajikan kemarin tidak ada yang mencurigakan. Diaz menyampaikan, tidak tercium bau atau terindikasi seperti basi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jemaah haji Kulonprogo tiba di tanah air melalui YIA. Satu jemaah wafat di Arab Saudi, dua lainnya masih menjalani perawatan.
Veda Pratama finis ke-16 di debut Moto3 Hungaria 2026 meski kena penalti. Simak hasil lengkap balapan.
Vivo V70 Lite resmi meluncur dengan baterai 6500mAh, layar AMOLED 120Hz, dan harga mulai Rp5 jutaan.
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Satgas Damai Cartenz tangkap pemasok senjata KKB di Sarmi, Papua. Total 12 tersangka dan ratusan amunisi disita.
Rupiah berisiko tembus Rp19.000 per dolar AS akibat konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga tinggi The Fed.