Gunungkidul Dorong Sport Tourism Lewat Kejurnas Sepatu Roda
Gunungkidul mengembangkan sport tourism lewat Kejurnas Sepatu Roda Bupati Cup 2026 yang diikuti 459 peserta dari berbagai daerah.
Petugas SAR Satlinmas Wilayah IV Bantul saat mengubur penyu yang ditemukan dalam kondisi mati membusuk diduga akibat memakan sampah plastik, Minggu (3/8/2025) di Pantai Baru. /Dokumentasi-Istimewa.)
Harianjogja.com, BANTUL—Seekor penyu ditemukan mati dalam kondisi membusuk di kawasan Pantai Baru, Kabupaten Bantul, Minggu (3/8/2025) sore. Satwa laut dilindungi itu diduga kuat mati akibat menelan sampah plastik yang ditemukan menyangkut di bagian mulutnya.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah IV Bantul, Nugroho mengatakan, penemuan bangkai penyu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB oleh petugas yang tengah melakukan patroli di kawasan pantai.
"Penyu panjangnya sekitar 100 sentimeter dengan lebar 65 cm. Saat ditemukan sudah dalam kondisi membusuk. Di mulutnya terdapat plastik yang diduga menjadi penyebab kematiannya," ujar Nugroho, Senin (4/8/2025).
BACA JUGA: Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Krakal Gunungkidul
Bangkai penyu tersebut kemudian langsung dikuburkan oleh petugas SAR di dekat lokasi penemuan sebagai bentuk penanganan darurat. “Benar, langsung dikubur mandiri oleh petugas tidak jauh dari lokasi ditemukannya,” katanya.
Penemuan ini kembali menjadi alarm serius tentang ancaman sampah plastik di wilayah pesisir. Sampah plastik yang terbawa arus laut atau dibuang sembarangan oleh pengunjung kerap kali menjadi jebakan mematikan bagi satwa laut seperti penyu, yang secara alami tidak mampu membedakan antara makanan dan sampah.
Nugroho menekankan bahwa insiden seperti ini bukan yang pertama terjadi di kawasan pesisir selatan DIY. "Kami sudah beberapa kali menemukan satwa laut mati karena interaksi dengan limbah plastik, baik yang terdampar maupun yang ditemukan sudah tak bernyawa," ungkapnya.
BACA JUGA: Ada Mural One Piece di Losari Semanggi Solo
Pantai Baru dan wilayah pesisir Bantul secara umum merupakan jalur penting bagi penyu yang datang untuk bertelur. Aktivitas warga dan wisatawan, jika tidak dikendalikan dengan prinsip konservasi, berpotensi merusak habitat dan mengancam populasi penyu yang makin berkurang.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan dan pelaku usaha wisata di kawasan pantai, untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah. "Penyu adalah satwa dilindungi. Kehadirannya penting bagi keseimbangan ekosistem laut. Kami harap masyarakat bisa bersama-sama menjaga lingkungan pesisir," kata Nugroho.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mengembangkan sport tourism lewat Kejurnas Sepatu Roda Bupati Cup 2026 yang diikuti 459 peserta dari berbagai daerah.
Survei Pew Research Center menyebut 92 persen warga Indonesia belum pernah ke luar negeri. Faktor ekonomi hingga akses visa jadi penyebab.
Kepala Wasit UEFA Roberto Rosetti mengkritik penggunaan VAR yang dinilai terlalu berlebihan dan meluncurkan platform Clear Line.
Anthropic resmi bangun tim chip semikonduktor kustom untuk AI Claude. Buka lowongan insinyur dengan gaji hingga Rp8,7 miliar. Strategi multi-vendor tetap dipert
Hujan meteor Perseid mencapai puncak pada 12-13 Agustus 2026. Simak waktu terbaik dan peluang pengamatan fenomena langit ini dari Indonesia.
Shakira menyampaikan dukungan untuk korban gempa M 7,4 di Kolombia yang menewaskan lebih dari 111 orang dan merusak sejumlah kota.