APBD Perubahan Gunungkidul: Transfer Turun, PAD Dinaikkan
APBD Perubahan Gunungkidul 2026 mulai dibahas. Pendapatan turun Rp50,65 miliar, sementara PAD dinaikkan untuk menutupinya.
Proses evakuasi temuan mayat di Pantai Krakal saat tiba di RSUD WOnosari untuk pemeriksaan lebih lanjut. Senin (4/8/2025). Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pengunjung Pantai Krakal di Kapanewon Tanjungsari digegerkan penemuan mayat pada Senin (4/8/2025). Temuan mayat ini akan dilakukan pengecekan dengan pengunjung yang hilang di Pantai Siung di Kalurahan Purwodadi, Tepus beberapa waktu lalu.
Kapolsek Tanjungsari, AKP Agus Fitriyatna mengatakan, penemuan mayat ini pertama kali dilihat oleh pengunjung di pasiran Pantai Krakal. Warga kemudian melapor kepada petugas SAR untuk dilakukan evakuasi dan identifikasi.
Meski demikian, ia mengakui proses identifikasi tidak mudah karena kondisi jasad sudah rusak. Sedangkan hasil dari pemeriksaan juga tidak ditemukan identitas yang bersangkutan.
“Tidak bisa dikenali karena sudah rusak. Makanya akan dilakuan otopsi untuk mengetahui jasad dari mayat yang ditemukan ini,” kata Agus kepada wartawan, Senin.
BACA JUGA: Kopdes Merah Putih Didorong Bisa Penuhi Kebutuhan Masyarakat
Menurut dia, ada upaya pencocokan dengan pengunjung yang dinyatakan hilang di Pantai Siung sepekan yang lalu. Oleh karena itu, akan dilakukan pencocokan DNA antar korban dengan Ibu Azka Nurfadillah, pengujung yang dinyatakan hilang beberapa waktu lalu.
“Jasad sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya guna memastikan identitas mayat yang ditemukan di Pantai Krakal,” katanya.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa di Wilayah 1 di Pelabuhan Sadeng, Sunu Handoko mengatakan, pihaknya masih terus berusaha mencari keberadaan Azka yang dinyatakan hilang pada Minggu (27/7/2025). Meski demikian, hingga sekarang belum diketahui keberadaan pengunjung perempuan ini.
“Tim gabungan masih melakukan pencarian dan belum membuahkan hasil,” katanya.
Pihaknya sudah mendapatkan kabar temuan mayat tanpa idenitas di Pantai Krakal. Rencananya akan dilakukan pengecekan untuk memastikan apakah ada kaitan penemuan mayat dengan pengunjung yang hilang di Pantai Siung.
“Akan ada tes DNA dan lewat ini akan diketahui identitas pasti korban yang ditemukan tersebut,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Azka yang merupakan warga asal Jakarta ini datang ke Pantai Siung pada Kamis (24/7/2025) untuk kamping dengan menyewa tenda. Namun, pada Sabtu (26/7/2025) dinyatakan hilang setelah izin sewa tenda habis dan dibongkar pemilik, tapi keberadannya tidak diketahui.
BACA JUGA: Bus Sekolah Khusus Siswa SLB Kulonprogo Beroperasi Oktober
“Sempat ada yang melihat di area Watu Togok dan diminta pulang oleh Petugas SAR,” katanya.
Berdasarkan laporan dari petugas parkir di Pantai Siung diketahi ada sepeda motor Honda Vario 160 yang terparkir hingga Minggu siang. Hasil koordinasi dengan pihak Polsek Tepus diketahui kendaraan tersebut dibawa oleh Azka, pengunjung perempuan yang dinyatakan hilang.
“Didalamnya ada STNK, ponsel dan SIM atas nama bersangkutan karena ada tas dan kunci kontak motornya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD Perubahan Gunungkidul 2026 mulai dibahas. Pendapatan turun Rp50,65 miliar, sementara PAD dinaikkan untuk menutupinya.
PP Perbasi mengumumkan 12 pemain Timnas Basket Putra Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, termasuk dua pemain naturalisasi.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke lima provinsi. Warga diminta tenang dan menghindari radius 3 km dari pusat erupsi.
Bakom meminta masyarakat merujuk informasi resmi pemerintah terkait erupsi Gunung Anak Krakatau dan tidak menyebarkan isu tsunami.
Jokowi menyerukan pembangunan PBB 2.0 dengan lembaga, mediasi, dan diplomasi global yang lebih kuat untuk menghadapi konflik dunia.
Menhub Dudy Purwagandhi meminta maskapai segera menginformasikan pembatalan dan refund tiket akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.