Skrining Kesehatan Sekolah di Bantul Ungkap Masalah Gigi dan Mental
Dinkes Bantul menemukan banyak pelajar mengalami karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gejala gangguan mental.
Sejumlah warga saat menyerbu gelaran Pasar Murah yang diselenggarakan DKUKMPP Bantul bekerja sama dengan Pemda DIY di Lapangan Karangtalun, Imogiri, Selasa (12/8/2025)/ Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Ratusan warga memadati Lapangan Karangtalun, Imogiri, Selasa (12/8/2025), untuk berburu kebutuhan pokok murah dalam gelaran Pasar Murah Bahan Pokok. Kegiatan pasar murah itu digelar oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY.
BACA JUGA: Pemkab akan Gelar Pasar Murah di 3 Lokasi Berbeda
Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha mengatakan, ada 10 distributor yang dihadirkan dan menjual bahan pokok dengan di bawah pasar. Sejumlah bahan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, tepung terigu, dan sembako lainnya ludes diserbu pembeli.
Perum Bulog juga membuka stand khusus menyediakan beras berkualitas dengan harga terjangkau.Sejak pagi, antrean panjang terlihat di hampir semua stand, terutama pada penjualan beras dan minyak goreng.
“Kami ingin masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih murah dari pasaran. Ini bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi,” ujar Prapta.
Selain memenuhi kebutuhan warga, pasar murah ini juga menjadi sarana pemerintah daerah menyosialisasikan belanja bijak serta mendorong penggunaan produk lokal. Sebagian besar barang yang dijual berasal dari pemasok dan pelaku usaha di Bantul, sehingga ikut menggerakkan perekonomian setempat.
Warga pun merasa terbantu.
“Alhamdulillah, selisihnya lumayan. Bisa untuk tambahan belanja kebutuhan lain,” kata Bu Warti, 54, warga Imogiri, sambil menenteng beras dan minyak goreng hasil belanjanya.
Gelaran ini diharapkan bisa digelar rutin, terutama jelang momen-momen yang rawan lonjakan harga seperti hari besar keagamaan sekaligus memenuhi kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau dan tersedia serta memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul menemukan banyak pelajar mengalami karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gejala gangguan mental.
Pemerintah segera terbitkan aturan baru e-commerce yang mengatur transparansi biaya marketplace dan perlindungan UMKM serta seller.
Kemnaker membuka pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026 dengan dana Rp5 juta untuk mendukung usaha mandiri masyarakat.
Pria di Pacitan menjadi korban penyiraman cairan kimia saat hendak ke pasar. Korban mengalami luka bakar dan dirujuk ke rumah sakit.
Konsultan keuangan Elvi Diana meminta OJK memperketat screening dan edukasi publik guna mencegah maraknya investasi ilegal.
Imigrasi YIA menggagalkan keberangkatan tiga pria diduga calon haji non-prosedural menuju Singapura melalui Bandara YIA.