500 Peserta Adu Kekuatan Tarik Lokomotif 84 Ton di Balai Yasa Jogja
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Ilustrasi waste to energy, atau sampah jadi energi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Petugas Bank Sampah Comiba, Suryodiningratan, Mantrijeron, Kota Jogja menyosialisasikan pengelolaan sampah yang dicanangkan dalam program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) dalam malam tirakatan. Momen tersebut dipilih untuk menjaring kesadaran warga Suryodiningratan secara luas.
Pengurus Bank Sampah Comiba, Endang Sesanti menyampaikan program Mas Jos sebagai evaluasi program zero sampah anorganik dan organik yang telah diusung Pemkot Jogja sebelumnya.
Dia menuturkan dalam program Mas Jos tersebut ada langkah untuk memilah sampah organik dan anorganik sebelum memilahnya. Pemilahan tersebut dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang diolah.
BACA JUGA: Buka Klinik di Kulonprogo, Hasto Wardoyo Upayakan Hadir Praktik Setiap Pekan
"Sampah kalau diolah akan bermanfaat tetapi kalau tidak, maka dapat menjadi bencana," katanya, Senin (18/8/2025).
Pemkot Jogja mendorong pengolahan sampah organik menggunakan berbagai metode yang telah ada, antara lain biopori, ecoenzym, dan ember tumpuk. Menurutnya metode pengolahan sampah tersebut dioptimalkan dengan program Mas Jos.
"Ini untuk memaksimalkan pengolahan sampah yang telah dilakukan masyarakat," katanya.
Pengolahan sampah anorganik telah dilakukan melalui bank sampah. Berbagai sampah anorganik, mulai dari sampah berbahan dasar plastik, kertas, seng dan kaca dapat ditampung bank sampah untuk disalurkan ke tempat pengolahan sampah.
Selain tiga metode untuk mengurangi dan mengolah sampah tersebut, menurutnya, melalui program Mas Jos masyarakat didorong untuk menghabiskan makananannya agar tidak menambah jumlah sampah organik yang ada dan menggunakan wadah makan untuk mengurangi sampah anroganik.
Pemkot Jogja tidak dapat mengolah sampahnya secara mandiri, menurutnya perlu ada dukungan dari masyarakat pula untuk mengelola sampah yang ada.
"Dalam pengelolaan sampah di Kota [Jogja], pemerintah tidak bisa sendiri, perlu gorong royong masyarakat untuk menuntaskan masalah sampah ini," ucapnya.
BACA JUGA: Prakiraan Cuaca Selasa 19 Agustus 2025: Seluruh DIY Hujan Petir
Masyarakat perlu meningkatkan kesadarannya untuk mengolah sampah. Sehingga, sampah yang diproduksi masyarakat tidak serta merta dibuang ke depo sampah, namun dipilah dan diolah melalui berbagai mekanisme pengolahan sampah yang ada, antara lain melalui bank sampah, dan berbagai metode pengolahan sampah organik dan anorganik.
Ia berharap agar program pengolah sampah tersebut dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. "Mas Jos ini merupakan langkah bagus dan solusi yang sederhana mulai dari lima langkah yang sudah dibuat dalam program ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Gerai KDMP Tuksono di Sentolo, Kulonprogo, dinilai strategis meski tak berada di tengah permukiman. Operasional menunggu verifikasi dan validasi.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Masinis KA Argo Bromo Anggrek ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan di Bekasi. Ancaman hukuman maksimal 5 hingga 12 tahun penjara.
Pilur Gunungkidul di 31 kalurahan berlangsung aman. Lurah terpilih ditargetkan dilantik 26 November 2026 setelah tahapan administrasi selesai.
Paus Leo XIV menyerukan Eropa memperkuat peran menjaga perdamaian global dan mendorong dialog untuk menghentikan perang Rusia-Ukraina.