Hantavirus Belum Ditemukan di Gunungkidul, Warga Tetap Diminta Waspada
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Petani di Kalurahan Dadapayu, Semanu sedang mengupas singkong untuk kemudian dijemur agar menjadi gaplek. Foto diambil 10 Agustus 2025. Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul menargetkan produktivitas singkong atau ubi kayu sebesar 925.000 ton. Hasil pengubinan yang telah dilakukan mampu menghasilkan seberat 28 ton per hektarenya.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, komoditas ubi kayu atau singkong yang ditanam petani di tahun ini seluas seluas 41.612 hektare. Pasa saat sekarang sudah memasuki masa panen yang dimulai Juli lalu dengan luasan mencapai 6.801 hektare.
Adapun sisanya, panen masih akan berlangsung pada Agustus ini hingga September mendatang. “Yang dilaporkan panen ada di Kapanewon Girisubo, Semin, Paliyan, Saptosari, Tanjungsari hingga Karangmojo. Untuk yang lain akan menyusul panen,” katanya, Selasa (19/8/2025).
BACA JUGA: Hasil Real Madrid vs Osasuna Babak I: Skor 0-0
Menurut dia, tanaman singkong merupakan salah satu unggulan di Kabupaten Gunungkidul. Hal ini juga tidak lepas dari komoditas yang masuk dalam program ketahanan pangan di Masyarakat.
“Masih terus kita data dan mudah-mudahan hasilnya bagus sehingga bisa memperkuat program ketahanan pangan di Masyarakat,” katanya.
Di tahun ini, lanjut Raharjo, ada target produktivitas singkong tembus 925.000 ton. Ia optimistis target tersebut bisa tercapai karena hasil panen yang relatif bagus.
Berdasarkan pengubinan yang dilakukan, produktivitas ubi kayu basah bisa menembus 28 ton per hektarenya. “Produksinya bagus dan kami yakin bisa terlampaui target yang dipatok di tahun ini,” ungkap mantan Kepala Bidang Tanaman Pangan ini.
Pengepul gaplek di Kalurahan Hargosari, Tanjungsari, Rudi mengatakan, produktivitas ubi kayu atau sinkong bagus. Menurut dia, harga jual sangat bergantung dengan kualitas gaplek yang dibeli.
BACA JUGA: Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 20 Agustus 2025: Berangkat dari Stasiun Palur
Sebagai gambaran untuk, gaplek dengan warna hitam dipatok seharga Rp1.500 per kilogram. Adapun untuk kualitas bagus dengan warna putih bersih bisa dihargai Rp2.000 per kilogram.
“Karena hujan saat dijemur, maka kualitas agak menurun karena warnanya kehitam-hitaman sehingga ikut berpengaruh terhadap harga jual,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.