Penembakan Gedung Putih 2 Terluka, FBI Bergerak Cepat
Penembakan terjadi di dekat Gedung Putih, AS. FBI dan Dinas Rahasia menangani insiden yang melukai dua orang.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat mengecek alat penyaring yang akan dipasang di TPST Dingkikan, Argodadi, Sedayu, Sabtu (15/6/2024) siang - Harian Jogja - Jumali
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul mengoptimalkan kapasitas pengolahan sampah pada sejumlah tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dan tempat pengolahan sampah sistem reduce reuse dan recycle yang telah dikembangkan di daerah tersebut.
"Selain fokus pengolahan sampah internal di Pasar Niten, pengolahan sampah di Bantul dengan lebih mengoptimalkan tempat pengolahan sampah yang lain, seperti di TPST Argodadi Sedayu yang saat ini mampu mengolah sekitar 30 ton sampah per hari," kata Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho di Bantul, Selasa.
Dia mengatakan, TPST Modalan Banguntapan yang belum lama ini selesai dilakukan maintenance (perawatan) rutin insineratornya, diharapankan juga bisa meningkat kemampuan mengolah sampahnya menjadi sebanyak 16 ton per hari.
"Kami juga sudah melakukan penjajakan opsi agar bisa segera mengolah sampah di ITF (Intermediate Treatment Facility) Karbonasi Bawuran yang memiliki kapasitas mengolah sampah 49 ton per hari, dari yang saat ini sudah bisa mengolah sampah 20 ton per hari," katanya lagi.
BACA JUGA: Hingga Agustus 2025 Ada 114 Kasus Kebakaran di Bantul, Kebanyakan Penyebabnya Ini
Bambang menambahkan, untuk ITF Karbonasi di Bawuran yang memang fokus menangani sampah dari Yogyakarta terus diupayakan bertambah kapasitas pengolahan, agar nantinya bisa ada slot untuk sampah dari Bantul, dengan harapan sembilan ton sampah dari Bantul bisa diolah di ITF Karbonasi Bawuran.
Meski demikian, kata dia, kesadaran masyarakat untuk melakukan pilah sampah secara mandiri tetap harus dibudayakan untuk mewujudkan Bantul Bersih Sampah, terlebih sampah organik atau sisa makanan yang diproduksi di Bantul mencapai 50 ton per hari.
"Masyarakat harus rajin pilah sampah, karena peluangnya sampah organik kita hampir di angka 50 persen. Kalau total sampah harian kita sekitar 100 ton itu, 50 persennya sendiri organik, makanya kita bergandengan tangan, bareng-bareng dan kami siapkan alatnya, SDM, kemudian teknologi," katanya.
Dia mengatakan, terlebih saat ini dari pengolahan sampah di TPST tingkat kabupaten tersebut, Kabupaten Bantul rutin mengirimkan refuse derived fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif ke salah satu pabrik di Cilacap Jawa Tengah rata rata sekitar 25 ton per bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Penembakan terjadi di dekat Gedung Putih, AS. FBI dan Dinas Rahasia menangani insiden yang melukai dua orang.
Harga emas dunia diprediksi menembus US$4.943 per troy ounce dan mendorong harga logam mulia domestik menuju Rp2,9 juta per gram.
Polres Malang menyelidiki ledakan petasan di rumah warga Kepanjen yang menewaskan satu orang dan melukai korban dengan luka bakar serius.
Imam Besar New York Shamsi Ali menyebut Islam di Amerika Serikat justru tumbuh pesat setelah tragedi 9/11 dan Islamofobia meningkat.
Proyek pembangunan Jembatan Kewek Jogja mulai memasuki tahap persiapan teknis. Pembongkaran jembatan lama dijadwalkan bulan depan.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.