Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Aktivitas bongkar muat di kawasan Pelabuhan Sadeng, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul optimistis Kampung Nelayan Merah Putih bisa dibangun di Kalurahan Songbanyu, Girisubo. Lahan untuk pembangunan sudah dipersiapkan dengan mengurus izin ke Gubernur DIY, Sri Sultan HB X.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di dekat Pelabuhan Sadeng akan memanfaatkan tanah kas desa. Total luas lahan yang dibutuhkan mencapai satu hektare.
BACA JUGA: Anggaran Pengadaan LPJU Terbatas, Banyak Jalan di Gunungkidul Gelap
Sesuai dengan ketentuan, kata dia, untuk pemanfaatan tanah kas desa harus meminta izin ke Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Adapun tahapan sudah diurus sejak Juni lalu dan hingga sekarang masih berporses agar mendapatkan Surat Keputusan (SK) pemanfaatan dari gubernur.
“Kemarin [Rabu 20/8/2025] ada proses survei dari tim Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY untuk upaya mendapatkan izin pemanfaatan dari gubernur,” katanya.
Wahid berharap proses pengurusan tanah kas desa untuk Kampung Nelayan Merah Putih bisa segera selesai. Hal ini sebagai bentuk komitmen dan dukungan terhadap pelaksanaan program dari Pemerintah Pusat.
nurut Wahid, kegiatan bantuan pembangunan kampung nelayan Merah Putih meliputi pembangunan pabrik es, cold storage, bengkel mesin kapal; Penyediaan/perbaikan jalan di kawasan lokasi sentra nelayan. Selanjutnya, ada penyediaan sentra kuliner perikanan; penyediaan kios perbekalan melaut dan penyediaan balai nelayan.
Selain itu, juga ada pembangunan sarpras pengelolaan sampah atau IPAL hingga air bersih; penyediaan MCK umum. Pemberian fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU); Pemeliharaan kawasan berupa pengecatan kawasan pemukiman nelayan; Penyediaan/perbaikan sarpras fasilitas umum.
“Ada juga pemenuhan perlengkapan pendukung usaha kelautan dan perikanan lainnya. Untuk proses pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih di Gunungkidul, lancar dan tinggal penetapan,” kata Wahid.
Ketua Kelompok Nelayan di Pelabuhan Sadeng, Sarpan mengatakan, sudah mendengar informasi berkaitan dengan rencana usulan pembangunan kampung nelayan Merah Putih di dekat Pelabuhan Sadeng. Ia pun mendukung wacana ini karena bisa menjadi pendorong para nelayan untuk bisa lebih sejahtera dan hasil tangkapan lebih dioptimalkan karena ada pengolahan secara mandiri.
“Tentu kami mendukungnya. Paaling tidak nelayan bisa memiliki rumah sendiri di perkampungan tersebut dan yang utama, harapannya kesejahteraan bisa meningkat,” kata Sarpan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.