Demo Ojol Jogja Hari Ini, Berikut Ini Tuntutan Driver Online
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Ilustrasi megathrust Indonesia./Bisnis.com
Harianjogja.com, JOGJA—Gempa berskala kecil menggunang Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul sebanyak lima kali dalam beberapa jam terakhir, Jumat (22/8/2025) dinihari.
Gempa pertama terjadi pada pukul 23.38, Kamis (21/8/2025). Gempa terkini tersebut berkekuatan 2,4 berpusat di 127 kilometer barat daya Bantul dengan kedalaman 86 kilometer.
Adapun gempa kedua terjadi pada pukul 23.45 WIB Kamis (21/8/2025) dengan kekuatan Magnitudo 3,4. Gempa ini berpusat di 100 kilometer barat daya Bantul dengan kedalaman 20 kilometer.
Gempa berikutnya kemudian bergeser berpusat di 119 kilometer barat daya Gunungkidul dengan kekuatan Magnotudo 2,4 terjadi pada pukul 01.17 WIB Jumat (22/8/2025).
Gempa kembali terjadi dengan kekuatan Magnitudo 2,2 berpusat di 72 kilometer barat daya Gunungkidul dengan kedalaman 32 kilometer.
Terakhir gempa terjadi pukul 03.14 WIB pada Jumat dinihari dengan kekuatan magnitudo 2,4 berpusat di 79 kilometer barat daya Kulonprogo dengan kedalaman 32 kilometer.
BACA JUGA: Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 22 Agustus 2025: Berangkat dari Stasiun Palur
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.