Embarkasi Haji YIA Belum Dongkrak Ekonomi Kulonprogo
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
Ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, KULONPROGO - Seorang perempuan lanjut usia (lansia) pingsan saat menonton Karnaval Pesona Mahardika di Jalan Bhayangkara depan Mapolsek Wates, Kulonprogo, Minggu (24/8/2025) siang. Korban inisial S, 64 beralamat di Klaten, Jawa Tengah.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sarjoko menuturkan awalnya korban sedang menyaksikan Karnaval Pesona Mahardika dari depan Mapolsek Wates. Sempat salat zuhur, lalu melanjutkan menonton sambil makan tahu. "Saat makan korban tiba-tiba jatuh pingsan langsung lapor anggota Polsek Wates dan memanggil ambulan," katanya, Senin (25/8/2025).
Setelah itu korban S dibawa ke RSUD Wates. Sarjoko menjelaskan di RSUD Wates dilakukan upaya resusitasi berupa pemasangan monitor, defibrilasi, pijat jantung dan suntikan. Namun tidak berselang lama saat di RSUD Wates korban S dinyatakan meninggal dunia.
BACA JUGA: KPK Yakin Presiden Prabowo Tidak Beri Amnesti untuk Noel Ebenezer
"Penyebab kematian sementara berdasarkan keterangan dokter karena aktivitas jantung tidak stabil atau aritmia berat," lanjutnya. Diketahui memang, Karnaval Pesona Mahardika 2025 digelar oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo. Rutenya dimulai dari Taman Budaya Kulonprogo melalui sejumlah titik utama di perkotaan Wates dengan finis di Pertigaan Jogoyudan.
Kepala Dispar Kulonprogo, Joko Mursito menyampaikan karnaval tidak hanya hiburan melainkan sarana edukasi dan promosi wisata. Menurutnya konsep karnaval di 2025 ini lebih tematik dengan menekankan pariwisata berkelanjutan, ramah disabilitas dan santun.
"Tahun ini kami menerapkan konsep tematik agar penampil memiliki daya tarik sehingga tidak sekadar tontonan melainkan memberi kesan penonton," ungkapnya. Setidanya ada 26 peserta yang turut meramaikan karnaval. Peserta tersebut mewakili instansi, sekolah, karang taruna, komunitas, lembaga, hingga perbankan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
DPD DIY dorong percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat demi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat adat.
Penelitian terbaru ungkap pola tulisan tangan bisa jadi indikator awal penurunan fungsi kognitif pada lansia.
Rupiah melemah ke Rp17.800, DPR tegaskan kondisi bukan krisis 1998. Sektor perbankan dinilai masih stabil.
Tren wisata 2026 berubah, turis kini cari pengalaman emosional, healing, dan perjalanan bermakna ke Jepang, Korea, hingga China.
Peringatan 20 tahun gempa Jogja jadi momentum penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis teknologi, kolaborasi, dan edukasi masyarakat.