PAW Lurah Sleman Tunggu Perbup, Ini Daftar 5 Kalurahan dan Alasannya
Pemkab Sleman siapkan PAW lurah di 5 kalurahan. Raperbup segera disahkan sebagai dasar hukum pelaksanaan Pilur antar waktu 2026.
Bayi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman meluncurkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Aula Unit I Setda Sleman, Senin (25/8/2025). Program ini menjadi wujud percepatan intervensi stunting atau tengkes di Bumi Sembada.
Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto, mengatakan prevalensi tengkes di Sleman menunjukkan tren penurunan. Tren ini mengacu pada data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM) 2024 yang menunjukkan angka tengkes turun 0,1% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 4,41%.
BACA JUGA: Dokter Residen di RSUP Dr Sardjito Alami Kekerasan dari Keluarga Pasien
Menurut Susmiarto, penurunan angka tengkes dapat dibaca bahwa ada progres setiap upaya intervensi tengkes. Sebab itu, dia mengajak kembali seluruh pihak baik, termasuk dunia usaha untuk berkontribusi aktif dalam pencegahan tengkes.
“Solidaritas sosial lintas sektor sangat penting untuk mewujudkan Sleman zero stunting,” kata Susmiarto dalam keterangan tertulis.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Sleman, dr. Novita Krisnaeni, mengatakan program Genting pada 2025 menyasar enam kapanewon dengan prevalensi tengkes di atas rata-rata kabupaten.
Penyelenggaraan program ini juga berkolaborasi dengan Baznas Sleman dan BPR Bank Sleman melalu pemberian nutrisi kepada keluarga berisiko stunting. Dukungan nutrisi berupa paket telur bernama Telur Bahagia untuk ibu hamil dan anak usia di bawah usia 23 bulan.
Rinciannya, Baznas Sleman menyalurkan bantuan untuk 50 keluarga di Kapanewon Seyegan, Turi, Moyudan, Kalasan, dan Prambanan, sedangkan BPR Bank Sleman menyasar dua belas keluarga di Kapanewon Ngemplak. Setiap penerima manfaat mendapat paket telur selama 90 hari.
Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga DIY, Mohamad Iqbal Apriansyah, menegaskan bahwa program Genting merupakan gerakan berkelanjutan berbasis pencegahan, bukan sekadar program bantuan.
“Orang tua asuh tidak hanya memberi makanan, tapi juga ikut memantau tumbuh kembang anak. Fokus utama tetap pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia dini, terutama di periode emas 1000 hari pertama kehidupan,” kata Iqbal.
Melalui progam ini, Iqbal memiliki harapan besar agar kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang semakin meningkat. Dengan begitu, generasi Sleman dapat tumbuh sehat, cerdas, dan siap menyongsong generasi emas 2045.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman siapkan PAW lurah di 5 kalurahan. Raperbup segera disahkan sebagai dasar hukum pelaksanaan Pilur antar waktu 2026.
Nilai TKA SD dan SMP 2026 resmi dibuka mulai pukul 13.00 WIB. Berikut cara cek hasil TKA di tka.kemendikdasmen.go.id.
UPNVY menerima 2.955 mahasiswa SNBT 2026. Teknik Kimia, Teknik Pertambangan, dan Ilmu Komunikasi jadi prodi paling ketat.
Bocoran Samsung Galaxy S26 FE muncul dengan desain mirip Galaxy S26, tiga kamera vertikal, dukungan Qi2, dan chipset Exynos 2500.
Sultan HB X dorong Raperda perfilman dan karst untuk lindungi budaya dan lingkungan Jogja secara berkelanjutan.
Sebanyak 1.222 ketua RT dan RW di Kota Magelang menerima honorarium 2026, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian.