Embarkasi Haji YIA Belum Dongkrak Ekonomi Kulonprogo
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
Siswa Kelas 2 SDN Sinduadi Timur, Dhamar dan Bilal, sedang sedang menikmati makanan program Makan Bergizi Gratis yang digelar di Kalurahan Sinduadi, Depok, Sleman, Senin (13/1/2025). - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dugaan keracunan disebabkan makan bergizi gratis (MBG) yang berulang menimbulkan kekhawatiran. Namun, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Sehati, Wates, Kulonprogo selalu menjaga proses penyajiannya agar MBG yang diberikan menyehatkan.
Mulai dari selektif dalam pangan yang dipilih untuk menu MBG selalu berkualitas dan kondisinya baik. Teknis memasak yang selalu disesuaikan dengan Standar Operating Procedure (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Perwakilan SPPG Dapur Sehati Wates, Riski Fadilah menegaskan selam menjadi penyedia MBG personel yang bertugas selalu disiplin dalam SOP. Seperti penggunaan alat pelindung diri (APD) termasuk sarung tangan selama proses memasak dan pendistribusian. "Termasuk kebersihan bahan baku juga dijaga sesuai dengan SOP MBG," katanya, Jumat (29/8/2025).
BACA JUGA: Sultan Sampaikan Sejumlah Pesan kepada Massa Aksi
Terkait penyimpanannya yang dijaga secara kebersihan sehingga kondisi pangan yang digunakan tetap higienis dan sehat. Tidak mengandung atau terkontaminasi bakteri dari arah mana pun. Tidak hanya itu, bahan baku yang digunakan juga tidak asal murah tetapi tetap menekankan pada kualitas.
"Untuk menjaga higienitas kami tingkatkan grade sarung tangan yang sebelumnya pakai plastik sekarang sudah pakai latex," kata Riski.
Menurutnya, pemakaian APD dan sarung tangan selama proses memasak mutlak dilakukan. Dia memastikan seluruh yang berkaitan dengan memasak dapat disiplin untuk itu. Tidak ada yang membangkang dengan tanpa menggunakan APD atau sarung tangan dalam proses pemasakan. "Tidak ada toleransi petugas dalam ruangan bahkan sampai pendistribusian," ujarnya.
BACA JUGA: Jadwal Lengkap Bus Sinar Jaya dari Jogja ke Pantai Baron dan Parangtritis
Bahkan penutup rambut pun digunakan agar menghidari segala kemungkinan kontaminasi bakteri. Riski menuturkan selama menyediakan MBG jam loading bahan baku pun diatur agar tidak basi saat dimasak hingga dimakan. Kelayakan bahan baku selalu diutamakan sampai manajemen waktu pengolahan. "Itu semua dilaksanakan dengan baik," jelasnya.
Sejauh ini pasca keracunan MBG 31 Juli 2025 lalu di Kulonprogo masih aman belum ada keluhan terkait hal tersebut.
SPPG Dapur Sehati Wates sendiri menyediakan 2.700 MBG untuk siswa setiap harinya hanya di kapanewon itu saja. Jumlah 2.700 siswa itu meliputi PAUD, TK, SD, SMP dan SMA. "Semua yang dilakukan SDM dalam penyediaan MBG selalu ada satu PIC untuk monitoring pekerjaannya," ungkap Riski.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
Persib Bandung juara Super League 2025/2026 usai unggul head to head atas Borneo FC. Simak klasemen akhir dan tim terdegradasi.
Penggunaan hand sanitizer berlebihan bisa picu eksim, kulit kering, dan iritasi. Simak penjelasan dokter kulit.
Bulog Jogja pastikan stok Minyakita aman jelang Idul Adha. Distribusi capai 2,6 juta liter, ditambah pasokan baru.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul hadir dengan track ekstrem. Seeding run panas, final diprediksi makin sengit!
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menghadiri resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo)