Harga Sapi Impor Naik, Untungkan Peternak Tapi Ancam Populasi Nasional
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, saat ditemui media di Kompleks Kepatihan, Kamis (24/7/2025)./Harian Jogja-LUS
Harianjogja.com, SLEMAN—Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menemui massa yang menggelar aksi Mapolda DIY pada Sabtu (30/8/2025).
Sultan mengaku prihatin dan mengucapkan bela Sungkawa atas meninggalnya Affan Kurniawan. "Saudara-saudaraku semuanya warga masyarakat Jogja, baik para mahasiswa maupun teman-teman dari Ojol dan warga yang lain dalam kesempatan pagi hari ini ada di sini," kata Sultan.
BACA JUGA: Datangi Mapolda, Gubernur DIY Sri Sultan HB X Disambut Massa Aksi
"Saya Hamengkubuwono X perlu menyampaikan dalam kesempatan ini, saya menghargai apa yang anda semua lakukan. Apa yang anda semua lakukan itu salah satu dari keinginan kita bersama untuk tumbuhnya demokratisasi di Jogja. Saya pun sepakat dengan itu," imbuhnya.
Akan tetapi, Sultan berharap demokratisasi dapat berjalan dengan baik untuk mendirikan semua pihak, termasuk untuk pribadinya. "Hanya, saya berharap demokratisasi itu dilakukan dengan baik untuk mendidik kita semua, termasuk diri saya pun juga," tandasnya.
"Karena apa di Jogja ini tidak ada kebiasaan selalu terjadi kekerasan-kekerasan di dalam membangun demokratisasi," ungkapnya.
Jogja kata Sultan adalah lembaga pendidikan yang menghargai hak-hak warga masyarakatnya. Sehingga harapan Sultan, diskusi maupun dialog dapat dibangun bila ada problematika yang terjadi.
"Saya juga sangat prihatin dan mengucapkan duka cita saya atas meninggalnya Affan Kurniawan. Kenapa selalu ada korban di dalam membangun demoktatiasi? Kita di Jogja itu bisa dialog karena Jogja adalah lembaga pendidikan yang menghargai hak-hak warga masyarakatnya," tuturnya.
BACA JUGA: Tiba di Mapolda, Sultan HB X Langsung Gelar Rapat dengan Kapolda DIY
Sultan mengatakan pihaknya siap memfasilitasi dialog dengan lewat pemerintah pusat. Dialog itu, katanya, bisa melalui dirinya sendiri atau melalui surat.
"Kami memfasilitasi untuk berdialog dengan pemerintah pusat. Baik itu saya lakukan sendiri maupun lewat surat di mana teman-teman dari Ojol mengajukan aspirasinya," jelasnya.
Sultan mengaku sudah berbicara dengan Kapolda dan perwakilan massa aksi. Sultan berharap dialog yang berkelanjutan dapat terbangun.
Dengan hal tersebut, harapan Sultan dialog yang berkelanjutan dapat terbangun. Hingga pukul 01.40 WIB, massa aksi masih bertahan di sekitar Mapolda DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.