Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Petugas memantau ATCS dari kantor Dinas Perhubungan Kota Jogja, beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Hujan deras yang mengguyur Kota Jogja dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan tantangan tersendiri bagi para pengendara. Jalanan licin dan jarak pandang yang terbatas akibat hujan dapat meningkatkan potensi kecelakaan.
BACA JUGA: Menag Pesan Jangan Terprovokasi
Hujan yang terjadi di Jogja disebabkan kemarau basah dan peralihan menuju musim hujan mulai bulan September. Pada masa peralihan musim atau pancaroba tersebut akan muncul potensi cuaca ekstrim seperti hujan deras dan angin kencang.
Menanggapi situasi ini, Kabid Keselamatan Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja, Harry Purwanto, mengingatkan kembali pentingnya keselamatan berkendara di musim penghujan. Menurutnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Kota Joggja berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Untuk itu pihaknya mengimbau pengendara untuk memperhatikan rambu-rambu lalu lintas serta tetap berkendara dengan penuh hati-hati. "Hindari genangan air agar terhindar dari aquaplaning. Untuk roda dua, selalu gunakan helm serta memilih alas kaki yang tidak licin," ujarnya, Minggu (31/8/2025).
Selain itu, ia juga menekankan pada kondisi teknis kendaraan seperti memastikan semua lampu kendaraan berfungsi serta kondisi rem kendaraan dalam keadaan baik. "Mulai dari lampu depan, lampu rem, hingga lampu sein. Lampu yang berfungsi optimal sangat krusial untuk memastikan kendaraan kita terlihat oleh pengendara lain, terutama di tengah hujan deras," katanya.
Tak hanya lampu, kondisi ban juga menjadi perhatian utama, salah satunya tekanan harus sesuai standar. "Periksa alur ban. Jika sudah aus, daya cengkeramnya akan berkurang signifikan. Ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan ban selip saat melintasi genangan air," jelasnya.
Ia juga menyebutkan beberapa ruas jalan di Kota Jogja yang dianggap rawan kecelakaan saat hujan. Jalan-jalan dan kawasan ini dinilai rawan karena terdapat banyak pepohonan besar. "Ada beberapa titik-titik rawan seperti di Jalan Veteran, Jalan Batikan, Jalan Sukonandi, Jalan Kusumanegara, dan Kawasan Kotabaru," ungkapnya.
Untuk meminimalisir terjadinya kasus kecelakaan dijalan, Dishub Kota Yogyakarta juga selalu memantau menggunakan kamera CCTV. "Kami pun akan mengerahkan petugas jika memang diperlukan. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama selama musim hujan," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Gelombang tinggi menerjang pantai selatan Gunungkidul. Sebanyak 11 kapal nelayan rusak dan gelombang diperkirakan naik lagi Kamis malam.
Uni Eropa menyiapkan jaringan listrik menghadapi gerhana matahari 12 Agustus 2026 yang diprediksi menurunkan tajam produksi listrik tenaga surya.
Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas didakwa merugikan negara Rp622 miliar dalam kasus kuota haji 2023-2024.
Konser Bantul Bumi Satriya menghadirkan 14 musisi lokal. Ribuan warga ikut menikmati hiburan gratis, sementara UMKM mendapat peluang tambahan pendapatan.
Biaya komponen iPhone 18 Pro diprediksi naik 38% akibat lonjakan harga memori. Apple siap kurangi margin agar harga tak melonjak drastis. Simak analisis lengkap