Komisi B DPRD Kota Jogja Minta Target Pendapatan 2027 Realistis
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Warga melintas di Jl. R.W. Monginsidi, Cokrodiningratan, Jetis pada Senin (1/9/2025). Di sana terpasang spanduk untuk mendukung aksi demonstrasi yang damai. Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA–Muncul seruan untuk menjaga kedamaian di Kota Jogja berupa spanduk. Seruan ini seiring dengan digelarnya demonstrasi di Kota Jogja, Senin (1/9/2025). Warga pun menyatakan selaras dengan seruan itu.
Warga Kelurahan Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Anton berharap demonstrasi yang terjadi di Kota Jogja berlangsung dengan damai. Dia pun berharap warga tidak terprovokasi dalam demonstrasi tersebut. “Harapannya warga tetap waspada dengan situasi ini, jangan ikut-ikutan,” katanya, Senin (1/9/2025).
Sementara itu warga Cokrodiningratan lainnya, Yaldin mengaku setuju dengan ajakan Pemkot Jogja untuk menjaga keamanan dan ketentraman selama demonstrasi berlangsung. Dia berharap penyampaian aspirasi masyarakat tersebut berjalan dengan tertib. “[Harapannya] demonstrasi tidak seperti daerah lain, berlangsung dengan damai,” katanya.
Sementara Mantri Anom Kemantren Danurejan, Narotama menuturkan pihaknya memasang spanduk bertuliskan Jogja Milik Kita Mari Jaga Bersama pada lima titik di wilayah Danurejan pada Minggu (31/8/2025) malam.
Pemasangan spanduk tersebut dilakukan untuk menjaga kondusifitas wilayah Danurejan selama demonstrasi berlangsung.
“Ini untuk menjaga situasi kondusif di Kemantren Danurejan, terutama wilayah kami meliputi Kepatihan dan Malioboro sebagai ikon wisata agar tetap terjaga,” ujarnya.
BACA JUGA: Penjelasan Lengkap Kondisi Mahasiswa Amikom Jogja Saat di RSUP Dr Sardjito
Di wilayah Danurejan, spanduk dipasang pada lima titik, yaitu di sekitar Gedung DPRD DIY, Hotel Mutiara, pintu barat dan selatan Kepatihan.
Melalui spanduk tersebut, Narotama berharap demonstrasi yang terjadi di sekitar Jalan Malioboro dapat berlangsung dengan damai dan tidak anarkis. Menurutnya, ketika demonstrasi terjadi secara anarkis, maka akan berdampak pada warga dan pedagang di sekitar kawasan Malioboro. “Sekiranya sudah kondusif akan kami lepas [spanduk],” ujarnya.
Di wilayah tersebut, sebagian besar warga dan pedagang menggantungkan pendapatannya dari kunjungan wisata di daerah tersebut. Sehingga situasi kondusif di wilayah diharapkan dapat terjaga sehingga wisatawan tetap dapat berkunjung di wilayah tersebut.
Untuk menjaga situasi kondusif di wilayah tersebut selama demonstrasi berlangsung, pihaknya juga telah mengerahkan jaga warga di setiap Rukun Warga (RW) untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.