Malioboro Bebas Bentor pada 2028, 900 Becak Listrik Disiapkan
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menargetkan kawasan Malioboro bebas becak motor (bentor) dalam dua tahun ke depan.
Ilustrasi waste to energy, atau sampah jadi energi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Sampah di depo sampah Kota Jogja kembali menumpuk. Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan meminta tambahan kapasitas sampah yang dapat dibuang ke TPST Piyungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Rajwan Taufiq mengakui sampah yang ada di depo-depo sampah Kota Jogja mengalami penumpukan dalam beberapa hari belakangan. Dia menyebut ada sekitar 2.000 ton sampah yang masih menumpuk di depo-depo sampah Kota Jogja.
Penumpukan sampah tersebut disebabkan karena kapasitas tempat pengolahan sampah yang dimiliki Pemkot Jogja belum mampu mengolah seluruh sampah yang diproduksi warga. Di sisi lain sampah yang dibuang ke TPST Piyungan masih terbatas.
BACA JUGA: Hasil Korea Selatan vs Indonesia U-23 Babak 1: Skor 1-0
“Karena itu untuk jangka pendek kita koordinasi dengan DLHK DIY. Harapannya nanti bisa ada koordinasi [tambahan kuota] untuk mengurangi sampah yang ada di depo,” katanya, Selasa (9/9/2025).
Saat ini sampah yang mampu diolah oleh tempat pengolahan sampah milik Pemkot Jogja hanya sekitar 190 ton per hari. Adapun volume produksi sampah harian warga mencapai 260 ton per hari. Jumlah tersebut meningkat hingga 300 ton per hari selama musim liburan. Dengan begitu, meka masih ada sisa sekitar 70 ton per hari yang belum dapat diolah Pemkot Jogja.
Pemkot Jogja mendapatkan kuota sampah yang dapat dibuang ke TPST Piyungan sekitar 600 ton per bulan. Dia berharap kuota sampah tersebut dapat ditingkatkan untuk menampung sampah di depo sampah Kota Jogja yang telah menimbun beberapa hari belakangan.
Pihaknya juga akan memberikan tambahan fasilitas alat pengolahan sampah untuk setiap Rukun Warga (RW). Saat ini telah menyiapkan sekitar 600 gerobak untuk dibagikan kepada seluruh RW di Kota Jogja. Selain itu menyiapkan beberapa ember yang akan digunakan sebagai wadah untuk mengolah sampah organik menjadi lindi.
Volume sampah harian Kota Jogja saat ini 260 ton, sekitar 60% diantaranya merupakan sampah organik. Karena itu, dia optimis pengelolaan sampah organik yang dilakukan masyarakat mampu mengurangi volume sampah harian di Kota Jogja. Melalui berbagai kegiatan pengolahan sampah tersebut, pihaknya berharap pengolahan sampah yang dilakukan warga dapat berjalan optimal.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo mengaku Pemkot telah menyebarkan bantuan gerobak dan ember sampah ke setiap RW maksimal 7 Oktober 2025. Dari situ, pihaknya berharap sampah organik yang ada di rumah tangga dapat berkurang sekitar 100 ton per hari.
BACA JUGA: BMKG Deteksi Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia
“Harapannya ini bisa menurunkan [volume] sampah [harian] dari depo,” ujarnya.
Pemkot juga berencana untuk menambah sift bagi pekerja yang ada di tempat pengolahan sampah Kota Jogja. "Kami berharap ada peningkatan kapasitas sampah yang diolah di tempat pengolahan sampah milik Pemkot Jogja," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menargetkan kawasan Malioboro bebas becak motor (bentor) dalam dua tahun ke depan.
I.O.I akhirnya comeback setelah sembilan tahun berpisah. Simak perjalanan, tantangan reuni, dan kisah di balik lagu Suddenly.
Pemerintah mempercepat pengembangan jaringan kereta api nasional hingga 10.524 kilometer untuk memperkuat logistik dan konektivitas.
Layanan SIM keliling Kulonprogo kembali dibuka. Simak jadwal SIMMADE, Simenor, MPP, Satpas, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
BMKG memprediksi hujan ringan di sebagian besar DIY pada Sabtu 13 Juni 2026. Sleman perlu waspada karena berpotensi terjadi hujan petir.
Ketahui makanan dan minuman terbaik saat perut kosong di pagi hari serta jenis konsumsi yang sebaiknya dihindari agar pencernaan tetap sehat.