Warga Garongan Datangi Kantor Bupati, Desak Lurah Dinonaktifkan
Puluhan warga Garongan datangi Kantor Bupati Kulonprogo dan mendesak Lurah Garongan dinonaktifkan terkait dugaan pungli.
Ratusan peserta mengikuti pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di Balai Latihan Kerja (BLK) Kulonprogo, Kecamatan Wates, Senin (1/4/2019).-Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kulonprogo melaksanakan pelatihan bekerja khusus kepada para penyandang disabilitas di wilayahnya. Pelatihan hanya diberikan kepada 10 penyandang disabilitas agar berlangsung lebih khidmat dan materi dapat tersampaikan dengan baik. Adapun pelatihannya berlangsung selama lima hari.
Kepala Disnaker Kulonprogo, Bambang Sutrisna mengatakan pelatihan dimulai Rabu (10/9/2025). Prosesnya para penyandang disabilitas ini tidak hanya mendapatkan materi melainkan nanti ada praktik langsung. "Selama lima hari empat hari teori satu hari praktik langsung di lapangan," katanya kepada wartawan, Rabu (10/9/2025).
Pria yang akrab disapa Bamsut ini menjelaskan pelatihan hanya diberikan kepada 10 orang penyandang disabilitas dengan harapan dapat berjalan efektif dan efisien. Menurutnya agar materi yang disampaikan dapat langsung diterima dengan baik. Dia berujar pelatihan ini tidak hanya selesai untuk 10 orang ini saja.
BACA JUGA: Logo Hari Jadi Kulonprogo ke-74 Dapat Komentar Negatif Warganet
"Nanti selanjutnya ada lagi pelatihan kerja untuk penyandang disabilitas tahap kedua terhadap 10 orang lagi yang temanya sesuai kebutuhan yang dimintakan," lanjutnya. Bamsut mengungkapkan, untuk pelatihan kali ini para penyandang disabilitas hanya fokus untuk beternak. Utamanya berkaitan dengan beternak kambing hingga mampu memasarkannya dan laku terjual.
Menurutnya pelatihan beternak kambing dan domba ini merupakan usulan dari kalurahan sehingga didasarkan pada kebutuhan para penyandang disabilitasnya. Tujuannya dari pelatihan ini agar para penyandang disabilitas meningkat kemampuan atau kompetensinya dalam beternak kambing.
"Diharapkan juga agar dapat membantu mengurangi pengangguran di Kulonprogo. Pelatihan ini merupakan wujud kehadiran negara kepada mereka yang disabilitas," ungkapnya.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Heri Darmawan menambahkan pelatihan bekerja ini sebagai upaya pemberdayaan difabel. Sebab penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kompetensi dan keterampilan di bidang yang sama. Penyandang disabilitas berhak untuk hidup layak dalam bekerja dan berwirausaha sesuai bidangnya.
"Mereka punya minat dan bakat untuk beternak pemda hadir untuk memberikan pelatihan pemasaran agar usaha itu berkembang dengan baik," bebernya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puluhan warga Garongan datangi Kantor Bupati Kulonprogo dan mendesak Lurah Garongan dinonaktifkan terkait dugaan pungli.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta