Website Dua Kapanewon di Kulonprogo Disasar Peretas, Ini Modusnya
Website Kapanewon Pengasih dan Temon di Kulonprogo disasar peretas yang mengaku petugas Diskominfo. Simak modus dan cara mencegahnya.
LOGO HUT Kabupaten Kulonprogo yang dikritisi warganet./ Instagram @pemkab.kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo merilis logo untuk hari jadi ke-74 tahun. Logo tersebut juga diunggah ke akun media sosial (Medsos) Instagram Pemkab Kulonprogo. Unggahan tersebut malah mendapat komentar negatif dari netizen yang mengeluhkan logo tersebut tidak bagus.
Dari pantauan Harianjogja.com di unggahan tersebut sejumlah netizen memberikan komentar negatif. Seperti misalnya ada yang beranggapan logo hari jadi ke-74 Kulonprogo dibuat sejadi-jadinya atau ala kadarnya. Ada juga yang berkomentar sudah bagus logo hari jadi dipilih sesuai sayembara seperti beberapa tahun lalu. Lantas ada juga yang komentar uelek dan ramasok. Bahkan ada juga yang berkomentar mempertanyakan tidak ada gambar bupatinya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Triyono angkat bicara mengenai hal tersebut. Dia berterima kasih atas komentar yang diberikan karena sebagai bentuk kepedulian. Menurutnya ada masukan-masukan yang bagus dapat menjadi pertimbangan.
"Perlu kami sampaikan bahwa logo itu kami tidak biayai dari APBD logo itu sumbangan sehingga kami menghargai sumbangan karya yang diberikan. Kami tidak ada anggaran tetapi ada sumbangan yang diberikan jadi kami terima dengan baik," katanya kepada wartawan saat dihubungi, Senin (8/9/2025).
BACA JUGA: Peternak Cilik Turut Ikut Kontes Nasional Kambing Kaligesing di Kulonprogo
Termasuk ketika masyarakat mengkritisi dan memberikan masukan yang lebih baik akan dipertimbangkan. Triyono mengaku memang logo tersebut pemberian gratis dari salah satu klub sepeda brompton yang akan menyelenggarakan kegiatan gowes 74 kilometer di Oktober nanti. Dia membenarkan memang Pemkab Kulonprogo tidak memiliki anggaran untuk pembentukan atau sayembara logo hari jadi ke-74 ini.
"Kalau tidak terima zalim ada yang memberikan hasil karyanya. Kami memang tidak memiliki anggaran untuk membuat logo hari jadi," ucapnya.
"Sayembara logo memang bagus saya juga setuju. Tetapi adanya efisiensi anggaran sehingga memang di APBD tidak ada dana untuk mengadakan sayembara logo hari jadi. Kalau ada anggarannya pasti ada sayembara logo," lanjutnya.
Bahkan ketika tidak ada yang menyumbangkan karyanya untuk menjadi logo hari jadi ke-74 Kulonprogo. Dari pembuat dan Pemkab Kulonprogo sudah sepakat dan setuju untuk logo tersebut tidak secara sepihak saja.
Triyono mengaku ada sejumlah editing yang dilakukan dari logo yang diberikan secara gratis ini. "Ada edit-edit yang kami lakukan ada perbukitan, pantai, dan bandara yang menggambarkan kondisi geografis Kulonprogo," bebernya.
Dia memastikan logo yang ditetapkan tidak asal-asalan atau sekadar menetapkan lantaran sudah melalui diskusi panjang tidak langsung setuju. Pemkab Kulonprogo tidak memiliki maksud apa-apa memilih logo hari jadi ke-74 ini. Semata-mata karena anggaran direfocusing dan sayembara pembuatan logo tidak ada kebetulan ada yang memberikan secara cuma-cuma sehingga disambut dengan baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Website Kapanewon Pengasih dan Temon di Kulonprogo disasar peretas yang mengaku petugas Diskominfo. Simak modus dan cara mencegahnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 24 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Pemda DIY berencana membuka Konsulat Kehormatan Meksiko di Royal Ambarrukmo untuk memperkuat kerja sama pendidikan, seni, dan budaya.
Dua tahun Prabowo-Gibran, pariwisata Indonesia makin merata. Kunjungan wisatawan tumbuh di Danau Toba, Manado-Likupang, dan desa wisata.
Dinhub Banyumas menertibkan parkir berbayar di minimarket berjaringan setelah menerima aduan warga. Kebijakan parkir gratis berlaku sejak 1 Oktober 2026.
Prancis menyiagakan lebih dari 60.000 personel keamanan menjelang demo nasional, termasuk peserta pelatihan akademi polisi untuk menjaga fasilitas publik.