Kulonprogo Masuki Puncak Panen Juli, Potensi Gabah Tembus 20.600 Ton
Panen raya Juli di Kulonprogo diproyeksikan mencapai 3.125 hektare dengan potensi produksi gabah lebih dari 20.600 ton.
Pelaksanaan pemeliharaan taman di seputaran Alun-alun Wates yang dilakukan selama 105 hari kalender dengan memakan anggaran Rp344 juta. Seorang pengendara motor melintas di depan rumah dinas bupati Kulonprogo. Harian Jogja/Khairul Ma'arif -
Harianjogja.com, KULONPROGO— Dana pemeliharaan Alun-alun Wates Kulonprogo meliputi perbaikan berbagai fasilitas pendukung menelan anggaran Rp344 juta. Proyek ini dikerjakan dalam jangka waktu 105 hari kalender.
Kepala UPT Persampahan dan Pertamanan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulonprogo Budi Purwanta mengatakan anggarannya menggunakan APBD Kulonprogo 2025 yang memang sudah direncanakan sejak tahun lalu.
BACA JUGA: BPK Temukan Penerima Bansos di Kulonprogo Terindikasi Bermain Judol
Adapun pemeliharaannya meliputi taman depan Pemda, taman segitiga eks Dinkes, taman alun-alun, dan gazebo rumah dinas bupati yang semuanya berlokasi di seputaran Alun-alun Wates. "Ini pemeliharaan rutin taman yang meliputi perbaikan lampu serta ganti lampu yang mati, ganti kabel yang dicuri juga ada, MCB kebakar juga kami perbaiki," katanya saat dihubungi, Rabu (10/9/2025)
Proyek ini termasuk mengganti ornamen batik geblek renteng yang terdapat di seputaran pagar rumah dinas bupati menjadi Binangun Kertoraharjo. Batik geblek renteng yang berbentuk angka delapan diganti dengan batik binangun yang berbentuk gunungan.
Budi mengungkapkan, hasil rapat memang mengganti itu dan UPTnya hanya melaksanakan kesepakatan sesuai ketugasannya saja. "Jelas semua ketugasan dan tidak ada aturan yang kami langgar," ucapnya.
Menurutnya pemeliharaan ini fokus terhadap lampu-lampu yang rusak dan sudah tidak berfungsi agar kembali menyala. Dia membenarkan anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp344 juta. Budi menjelaskan pemeliharaan taman seputaran Alun-alun Wates selamat atau terhindar dari refocusing karena efisiensi anggaran.
"Ada yang kena refocusing untuk pemeliharaan taman nilainya sekitar Rp100 jutaan tetapi untuk yang di Alwa tidak terkena efisiensi," jelasnya. Pemeliharaan bertujuan untuk menjaga umur aset dan menjaga estetika taman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panen raya Juli di Kulonprogo diproyeksikan mencapai 3.125 hektare dengan potensi produksi gabah lebih dari 20.600 ton.
Pelni mencatat 660.654 penumpang memanfaatkan diskon tiket kapal 30 persen. Kuota telah terserap 96 persen hingga 21 Juli 2026.
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.
Menteri Hukum menyebut 300 WNI mengajukan pelepasan kewarganegaraan. Kenaikan tarif dinilai tidak berdampak bagi masyarakat umum
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Presiden Prabowo mengingatkan 1.177 perwira TNI-Polri menjaga integritas, menjauhi korupsi, narkoba, judi, dan mengabdi kepada rakyat.