345 PNS Kulonprogo Pensiun pada 2026, Guru Paling Banyak
Sebanyak 345 PNS Kulonprogo pensiun pada 2026. Guru menjadi kelompok terbanyak sehingga berpotensi memicu kekurangan tenaga pengajar.
Petugas gabungan dan relawan melakukan evakuasi pohon tumbang yang menutup Jalan Nagung-Brosot di Kapanewon Panjatan, Kulonprogo pada Minggu (9/11/2025) siang. Pohon besar ini tumbang karena usia yang tua sehingga terjadi pelapukan. /Istimewa.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Peristiwa pohon tumbang terjadi di Kabupaten Kulonprogo, Minggu (9/11/2025) siang. Pohon tumbang tersebut menutup jalan karena melintang di Jalan Nagung-Brosot, Kapanewon Panjatan. Jalan tersebut menjadi akses vital karena menjadi penghubung banyak kapanewon di Kulonprogo.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Eko Susanto membenarkan, pohon tumbang itu memang menutup akses Jalan Nagung-Brosot. Menurutnya, pohon tumbang itu pukul 10.05 WIB yang langsung dilakukan pemotongan agar jalan dapat kembali dilalui.
"Pohon asam jawa itu tumbang menimpa jaringan internet dan melintang di Jalan Nagung-Brosot," katanya saat dikonfirmasi, Minggu (9/11/2025).
Pohon tersebut ditengarai akarnya sudah lapuk. Ukurannya sepanjang 15 meter dan diameter 1 meter sehingga mampu menutup Jalan Nagung-Brosot. Selain menutup jalan dampak lainnya adalah jaringan internet di lokasi juga terputus.
"Kami langsung melakukan assessment dan pemotongan kayu di pohon tersebut agar bisa dilalui lagi," ucap Eko.
Menurutnya, selain dari BPBD Kulonprogo ada unsur lain yang turut terlibat melakukan pemotongan kayu seperti dari relawan, dan TNI-Polri. Kini pohon yang tumbang tersebut sudah selesai dievakuasi dan Jalan Nagung-Brosot sudah bisa dilalui.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Raden Chris Hartanto menambahkan, proses pemotongan pohon berlangsung sekitar 40 menit. Selama itu juga Jalan Nagung-Brosot tidak bisa dilalui kendaraan apapun.
"Tidak sampai satu jam macetnya, 40 menit itu lamanya sampai selesai, setelah dipotong bisa untuk lewat pelan-pelan secara bergantian sekarang kendaraan sudah bisa melintas dengan lancar," katanya.
Dia menduga, kondisi pohon yang sudah sehingga membuatnya lapuk. Hal itu menjadi penyebab utama pohon tumbang bukan karena angin kencang. Beruntungnya tidak ada korban jiwa ataupun luka atas kejadian ini. Lantaran memang saat pohon tumbang tidak ada kendaraan atau orang yang lewat. "Saat kejadian cuaca baik tidak ada angin kencang," ucap Hartanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 345 PNS Kulonprogo pensiun pada 2026. Guru menjadi kelompok terbanyak sehingga berpotensi memicu kekurangan tenaga pengajar.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.