Seragam Gratis Bantul 2026 Diproses, Disdikpora Tunggu Hasil SPMB
Seragam gratis Bantul 2026 masih dalam tahap pengadaan. Disdikpora menunggu hasil akhir SPMB untuk menentukan jumlah penerima.
Ilustrasi banjir. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Sejumlah wilayah di Bantul masuk zona merah rawan longsor dan banjir berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Merespon hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mulai bersiap menghadapi musim penghujan dengan sejumlah langkah antisipasi banjir.
Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta mengatakan pihaknya sudah menginstruksikan BPBD untuk segera melakukan pemetaan sungai yang rutin meluap saat musim hujan.
“BPBD akan segera kita perintahkan untuk memetakan sungai-sungai mana yang rutin banjir di musim hujan ini, dan mereka juga sudah bersiap menghadapi kondisi itu. Salah satunya dengan melakukan pengerukan di sungai-sungai tertentu yang selama ini berpotensi banjir,” ujarnya Jumat (12/9).
Selain pengerukan, Pemkab juga meminta BPBD menelusuri aliran sungai hingga ke arah utara untuk mengidentifikasi titik hambatan air. Hal ini penting karena posisi Bantul berada di ujung selatan, sehingga aliran air dari wilayah Yogyakarta bermuara ke Bantul.
“Sepanjang sungai akan kita cek, kalau ada belokan atau penghalang yang bisa menahan aliran air, saya sudah minta BPBD untuk membersihkannya,” kata Aris.
Ia menegaskan kesiapan ini dilakukan karena Bantul masuk zona merah rawan bencana. Pemkab tidak ingin lengah jika hujan deras turun secara intens.
“Harapan kami, saat hujan turun, kita sudah siap menghadapi apabila terjadi banjir di Kabupaten Bantul. Terutama di wilayah Imogiri yang rutin menjadi agenda banjir,” jelasnya.
BACA JUGA: Bupati Larang Pejabat di Bantul Flexing
Imogiri disebut sebagai daerah yang mendapat perhatian khusus karena dalam beberapa tahun terakhir kerap dilanda banjir, termasuk di 2024 dan 2025. Menurut Aris, beberapa titik yang sempat terdampak banjir sudah diperbaiki, termasuk di wilayah Bangketan.
Ia menambahkan, BPBD Bantul juga akan memperbarui peta rawan bencana tanpa menghapus catatan lokasi banjir yang sudah ada sebelumnya.
“Kita memetakan kembali, karena ada tambahan lokasi baru yang perlu diwaspadai,” katanya.
Selain itu, Pemkab Bantul juga akan mengerahkan relawan hingga tingkat dusun dan kalurahan melalui program EPRB (Edukasi Penanggulangan Risiko Bencana).
“Melalui BPBD nanti, relawan-relawan tingkat dusun hingga kalurahan akan kita siapkan, agar penanganan bencana bisa lebih cepat dan terkoordinasi,” ujar Aris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seragam gratis Bantul 2026 masih dalam tahap pengadaan. Disdikpora menunggu hasil akhir SPMB untuk menentukan jumlah penerima.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.