PSIM Jogja Resmi Pertahankan 12 Pemain Lokal Musim Depan
PSIM Jogja mempertahankan 12 pemain lokal usai evaluasi tim sebagai persiapan menghadapi Super League 2026/2027.
Ilustrasi uang. /Bisnis-Rachman
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026.
Wakil Ketua DPRD DIY, Umarudin Masdar, mengungkapkan total anggaran yang dialokasikan untuk fungsi pendidikan pada tahun depan mencapai 39,09 persen dari keseluruhan RAPBD yang mencapai Rp5,5 triliun. Sementara itu, alokasi khusus untuk Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) ditetapkan sebesar Rp1,59 triliun atau 28,9 persen.
Anggaran ini terbagi ke dalam empat bidang urusan, yakni urusan pemerintahan bidang pendidikan sebesar Rp1,5 triliun, bidang kebudayaan Rp45,7 miliar, unsur pendukung urusan pemerintahan Rp109,9 juta, serta bidang kepemudaan dan olahraga sebesar Rp45,6 miliar.
BACA JUGA: Mario Suryo Aji Finis Ke-24 Moto2 GP San Marino 2025
Umar menilai, porsi besar tersebut mencerminkan komitmen Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk terus memajukan kualitas pendidikan di wilayahnya.
“Dari data itu dipastikan bahwa anggaran pendidikan di Pemda DIY sangat tinggi sebagai wujud komitmen Pak Gubernur terhadap kemajuan pendidikan di DIY. Dan itu perlu diapresiasi, termasuk oleh pemerintah pusat,” kata Umar, Minggu (14/9/2025).
Selain itu, anggaran pendidikan juga tersebar di beberapa dinas lain di luar Disdikpora, sehingga proporsi total fungsi pendidikan mencapai hampir 40 persen.
Jika ditelusuri lebih rinci, sebagian besar belanja Disdikpora digunakan untuk membayar gaji dan tunjangan pegawai, termasuk guru dan tenaga kependidikan. Total belanja pegawai mencapai Rp964 miliar atau 64,2 persen dari alokasi Disdikpora.
Dari jumlah itu, sekitar Rp235 miliar diperuntukkan bagi Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan tambahan penghasilan (Tamsil). Selain itu, dukungan biaya operasional sekolah yaitu Rp275,6 miliar melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Rp189,6 miliar dari Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
Pemda juga menyiapkan dana untuk memperkuat kualitas pendidikan. Alokasi sebesar Rp45,3 miliar digunakan untuk rehabilitasi sarana prasarana sekolah sesuai prioritas, peningkatan kompetensi guru terutama di bidang teknologi informasi, literasi, dan numerasi, serta pelatihan tim pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan.
Upaya pengembangan minat dan bakat siswa juga tidak luput dari perhatian, di antaranya melalui pendampingan dan fasilitasi siswa dalam mengikuti berbagai lomba tingkat nasional.
BACA JUGA: Menteri PU Cek Bangunan DPRD Kediri Dibakar Massa
Di sisi lain, Pemda DIY tetap memberikan perhatian pada pemerataan akses pendidikan. Tahun depan, beasiswa untuk siswa dari keluarga tidak mampu dianggarkan sebesar Rp34,7 miliar, sementara insentif untuk guru honorer di sekolah swasta mencapai Rp6,3 miliar.
Program di bidang kepemudaan dan olahraga juga memperoleh porsi tersendiri sebesar Rp27 miliar. Ada pula hibah kelembagaan yang disiapkan senilai Rp19,2 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja mempertahankan 12 pemain lokal usai evaluasi tim sebagai persiapan menghadapi Super League 2026/2027.
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.
PAN Bantul menargetkan kebangkitan pada Pemilu 2029 dengan tambahan tokoh lama, relawan hingga tingkat TPS, dan target enam kursi DPRD.
Sebanyak 656 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Candi Borobudur.
Prabowo meminta simulasi baru kenaikan harga minyak untuk menjaga APBN dan harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir 2026.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.