Usai Dugaan Keracunan MBG, Seluruh Siswa SDN Kowang Pulih
Sebanyak 18 siswa SDN Kowang Bantul yang sempat diduga keracunan MBG kini kembali masuk sekolah setelah kondisi membaik.
Pemakaman - Ilustraso/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Seorang petani berinisial N, 67, warga Kebokuning, Terong, Dlingo, Bantul, meninggal dunia setelah sempat dirawat di RS HarjoLukito.
Korban sebelumnya diketahui menenggak cairan pestisida jenis dencis hingga akhirnya kondisinya kritis.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan kronologi kejadian bermula pada Senin, 1 September 2025.
Saat itu sekitar pukul 11.00–12.00 WIB, saksi pertama bernama Arif 41, tetangga korban, masih melihat korban berada di rumah. Keesokan paginya, Selasa 2 September, Arif mendapati rumah korban sepi dan lampu masih menyala.
Ia kemudian mencari ke rumah sebelah timur dan melihat korban sedang tidur dengan motor terparkir di tempat. Karena khawatir mengganggu, ia memilih tidak membangunkan korban dan langsung pergi bekerja.
“Sore harinya, sepulang kerja, saksi kembali mengecek dan mendapati rumah korban masih gelap serta korban tetap tertidur di tempat yang sama. Malamnya, sekitar pukul 20.00 WIB, saksi meminta kakaknya untuk menengok korban,” terang Rita, Selasa (16/9).
BACA JUGA: Pemkab Bantul Gelar Gerakan Pangan Murah Antisipasi Kenaikan Harga Pokok
Saat dicek oleh kakak saksi, korban ditemukan dalam keadaan lemah dengan bekas muntahan di sekitar tubuhnya. Warga kemudian dipanggil untuk membantu, dan korban segera dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans.
Setibanya di RS HarjoLukito, korban sempat dirawat selama dua hari tiga malam. Ketika ditanya oleh dokter yang menangani, korban mengaku telah meminum 2–3 sendok makan cairan pestisida sisa semprotan tanaman.
Namun kondisinya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada Jumat 5 September 2025, sekitar pukul 06.50 WIB.
Berdasarkan keterangan keluarga dan warga sekitar, korban diketahui beberapa kali mengungkapkan niat untuk mengakhiri hidupnya. Ia bahkan sempat meninggalkan tulisan yang berisi pembagian harta peninggalan sebelum kejadian.
“Peristiwa ini kami catat sebagai kematian akibat dugaan konsumsi pestisida. Namun penyebab pasti tetap menunggu hasil pemeriksaan medis dan visum,” tambah Rita.
Polres Bantul mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam menyimpan bahan beracun di rumah serta memperhatikan kondisi psikologis anggota keluarga maupun tetangga yang menunjukkan tanda-tanda depresi.
Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan hal serupa. Bila Anda atau teman Anda menunjukkan adanya gejala depresi yang mengarah ke bunuh diri, silakan menghubungi psikolog atau layanan kejiwaan terdekat. Anda juga bisa menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email [email protected].
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 18 siswa SDN Kowang Bantul yang sempat diduga keracunan MBG kini kembali masuk sekolah setelah kondisi membaik.
Long weekend 14–17 Mei 2026 di Jogja dipenuhi agenda wisata, budaya, dan event menarik. Simak rekomendasi lengkapnya di sini.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.