Penjualan Motor Listrik di Jogja Naik, Sleman Jadi Pasar Terbesar
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Pemadam Kebakaran - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Damkarmat BPBD) Bantul mencatat sedikitnya 14 insiden kebakaran lahan terjadi di wilayahnya sejak Januari sampai dengan September.
Penyebabnya beragam mulai dari kelalaian aktivitas manusia maupun faktor kesengajaan yang berujung api membesar sehingga tidak terkendali.
Kepala Bidang Damkarmat BPBD Bantul, Irawan Kurnianto menjelaskan, lahan menjadi salah satu dari tiga objek yang paling sering dilalap si jago merah di Bantul selain rumah dan objek lainnya yang mudah terbakar. Hanya saja tahun ini kasusnya cenderung menurun jika dibandingkan dengan tahun 2023 dan 2024 lalu.
BACA JUGA: Bayern vs Chelsea: Skor 3-1, Harry Kane Cetak 2 Gol
"Meski pun tahun ini masih berjalan tapi penurunannya cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dengan 14 kejadian. Pada 2023 tercatat ada 108 kejadian kebakaran lahan dan 2024 sebanyak 89 kasus," katanya, Rabu (17/9/2025).
Irawan menjelaskan, hampir semua wilayah di Bantul rawan terjadi kebakaran lahan terutama daerah sisi barat seperti Kapanewon Dlingo yang dikenal punya banyak tumbuhan semak belukar dan pepohonan tinggi. Kemudian di sisi timur di Kapanewon Sedayu yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kulonprogo karena kawasan persawahan.
"Namun secara umum, potensi kebakaran lahan di mana saja bisa terjadi sekalipun bukan daerah rawan, karena penyebab utamanya paling banyak itu aktivitas membakar sampah yang kemudian merembet ke lahan atau sengaja dibakar untuk membersihkan tapi api membesar dan tidak terkendali," ungkapnya.
Dia pun mengajak masyarakat untuk senantiasa waspada dan mengenali potensi lingkungannya masing-masing. Apalagi di musim pancaroba seperti sekarang, kelalaian sedikit bisa memicu insiden kebakaran yang berpotensi menimbulkan korban jiwa. "Terbaru kan insiden kebakaran lahan di Sedayu Selasa sore, itu juga disebabkan bakar sampah," urainya.
BACA JUGA: Liverpool vs Atletico Madrid: Skor 3-2, The Reds Menang Dramatis
Pemangku sementara Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan, kebakaran yang melanda lahan sawah di Dusun Bandut Lor, Argorejo, Sedayu, Bantul pada Selasa (16/9/2025) sore itu menghanguskan sekitar 4.000 meter persegi dari total lahan seluas 1,3 hektare yang diketahui milik warga Kota Jogja.
"Empat unit mobil Damkar dari Pos Sedayu dikerahkan untuk memadamkan api. Sekitar 30 menit sejak petugas tiba, api berhasil dikendalikan. Diduga kebakaran dipicu dari sampah yang terbakar lalu tertiup angin sehingga merembet ke lahan yang ditumbuhi ilalang liar," kata Rita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.